Minahasa Tenggara (ANTARA) - Dua warga Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah  dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab tenggorokan, salah satunya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa Tenggara (Mitra) yang meninggal beberapa waktu lalu. 

"Hasil swab untuk PDP 02 dan 03 sudah ada, dan hasilnya negatif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Minahasa Tenggara Gloria Wuwungan di Ratahan, Rabu.

Adanya hasil tersebut menurut Gloria, kedua pasien tersebut tidak lagi berstatus PDP.

"Jadi mereka tak lagi PDP. Khusus untuk PDP 01 hasilnya belum ada, jadi masih menunggu," katanya.

PDP 02 merupakan warga Kecamatan Tombatu Timur, jenis kelamin laki-laki, usia 79 tahun, dan dirawat di RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Sedangkan PDP 03 warga Kecamatan Belang, jenis kelamin laki-laki usia 52 tahun, sempat dirawat di RSUP Prof Kandow Manado, namun meninggal pada Sabtu (28/3).

PDP 03 sendiri merupakan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tenggara.

Sementara itu Ketua KPU Minahasa Tenggara Wolter Dotulong mengaku seluruh jajarannya bersyukur, karena hasil swab tenggorokan menunjukkan hasil negatif.

"Meski kami sangat kehilangan salah satu rekan terbaik kami, dan merasa berduka, tapi hasil ini juga patut disyukuri karena beliau meninggal bukan karena virus corona," katanya.

Hasil ini juga menurut Wolter menjawab semua polemik yang sempat terjadi di masyarakat, akibat adanya stigma buruk terhadap penyakit COVID-19.

"Paling tidak, hasil ini membuat perasaan tidak menentu serta tekanan psikologi yang sempat kami maupun keluarga almarhum rasakan dapat terhenti," ujarnya.

Selain itu katanya, dengan hasil tersebut akan membuat keluarga lebih tenang, serta dikuatkan dalam menghadapi dukacita yang dirasakan. "Doa kami jajaran penyelenggara, kiranya almarhum Husnul khatimah," ucapnya.

Sementara itu ia juga mengaku, seluruh komisioner beserta staf KPU Minahasa Tenggara, PPK serta PPS Kecamatan Ratatotok dan Belang sempat melakukan isolasi mandiri.

"Namun setelah adanya hasil ini, maka kami tidak lagi melakukan isolasi mandiri di rumah. Tapi sudah diingatkan kepada semua jajaran untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam pencegahan virus COVID-19 ini," katanya.

Pewarta : Arthur Karinda/Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024