Bolmong Raya tutup perlintasan orang dan kendaraan
Rabu, 8 April 2020 21:21 WIB
Kepala Dinas Informasi dan Informasi Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, Parman Ginano. ANTARA/Dokumen
Manado (ANTARA) - Bolaang Mongondow Raya menutup perlintasan orang dan kendaraan secara penuh 1 X 24 jam yang mulai diberlakukan 9-21 April 2020.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, Parman Ginano, Rabu mengatakan langkah itu diambil karena berdasarkan data https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ tanggal 7 April 2020 menetapkan Kota Manado, sebagai salah satu wilayah Indonesia dengan transmisi lokal COVID-19.
"Bupati Bolaang Mongondow bersama Wali Kota Kotamobagu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Bupati Bolaang Mongondow Utara, dan Bupati Bolaang Mongondow Timur sepakat menutup perlintasan orang dan kendaraan," sebut Ginano di Manado, Rabu.
Kendaraan yang dikecualikan masih bisa beroperasi khusus untuk kendaraan pengangkut logistik.
"Kendaraan yang dikecualikan ini mengangkut kebutuhan bahan pokok, BBM/LPG, kesehatan), ambulance dan petugas keamanan," sebutnya.
Langkah yang diambil kelima pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara itu untuk mengantisipasi, mencegah, melindungi dan menjaga seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya dari wabah COVID-19.
Pemkab Bolaang Mongondow atas kesepakatan lima kepala daerah akan menutup perlintasan orang dan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Bolaang Mongondow Raya tepatnya di jembatan Poigar, perbatasan antara Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Selatan, sebutnya.
"Secara teknis akan diatur kemudian," katanya.
Dia berharap seluruh aparatur sipil negara membantu mensosialisasikan mulai dari lingkungan keluarga, serta kelurahan dan desa masing-masing.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bolaang Mongondow Raya, Parman Ginano, Rabu mengatakan langkah itu diambil karena berdasarkan data https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ tanggal 7 April 2020 menetapkan Kota Manado, sebagai salah satu wilayah Indonesia dengan transmisi lokal COVID-19.
"Bupati Bolaang Mongondow bersama Wali Kota Kotamobagu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Bupati Bolaang Mongondow Utara, dan Bupati Bolaang Mongondow Timur sepakat menutup perlintasan orang dan kendaraan," sebut Ginano di Manado, Rabu.
Kendaraan yang dikecualikan masih bisa beroperasi khusus untuk kendaraan pengangkut logistik.
"Kendaraan yang dikecualikan ini mengangkut kebutuhan bahan pokok, BBM/LPG, kesehatan), ambulance dan petugas keamanan," sebutnya.
Langkah yang diambil kelima pemerintah daerah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara itu untuk mengantisipasi, mencegah, melindungi dan menjaga seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya dari wabah COVID-19.
Pemkab Bolaang Mongondow atas kesepakatan lima kepala daerah akan menutup perlintasan orang dan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Bolaang Mongondow Raya tepatnya di jembatan Poigar, perbatasan antara Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Selatan, sebutnya.
"Secara teknis akan diatur kemudian," katanya.
Dia berharap seluruh aparatur sipil negara membantu mensosialisasikan mulai dari lingkungan keluarga, serta kelurahan dan desa masing-masing.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemunculan virus corona pirola, Kemenkes belum buka opsi wajib bermasker
12 September 2023 10:12 WIB, 2023
Dinkes catat 70 warga Sulawesi Utara meninggal karena COVID-19 sejak Juli 2022
04 January 2023 23:20 WIB, 2023
Pemkot Tomohon ajak disiplin terapkan prokes menuju transisi endemi COVID-19
03 January 2023 10:07 WIB, 2023
Satgas catat 8.698 nakes di Sulawesi Utara sudah divaksin booster kedua
20 December 2022 8:36 WIB, 2022
Masyarakat diajak terapkan prokes meski kasus baru COVID-19 menurun
12 December 2022 14:54 WIB, 2022
Satgas catat 1.892.292 warga Sulut divaksinasi COVID-19 dosis pertama
10 December 2022 4:46 WIB, 2022
Terpopuler - Politik dan Hukum
Lihat Juga
Hashim Djojohadikusumo beri sinyal Prabowo bakal copot pejabat "telur busuk"
11 February 2026 6:19 WIB