Kristina Madsen dari Denmark juarai World Marathon Challenge
Jumat, 14 Februari 2020 16:47 WIB
World Marathon Challenge menempuh jarak resmi 42,2 kilometer di Afrika, Antartika, Australia, Asia, Eropa dan Amerika Selatan, dengan finis di Amerika Utara di Miami. (worldmarathonchallenge.com)
Jakarta (ANTARA) - Kristina Madsen dari Denmark dinobatkan sebagai juara World Marathon Challenge, Kamis waktu setempat, setelah menuntaskan tujuh maraton di tujuh benua, selama berhari-hari.
Setelah menempuh jarak resmi 42,2 kilometer di Afrika, Antartika, Australia, Asia, Eropa, dan Amerika Selatan, lomba ini finis di Amerika Utara, di Miami.
Madsen menjadi juara umum dengan rata-rata waktu tiga jam, 25 menit, 57 detik, yang disebut penyelenggara acara telah menciptakan rekor.
Dia rata-rata sekitar tujuh menit lebih baik dibandingkan dengan peringkat kedua Jessica Jones dari Amerika Serikat.
Milosz Pasiecznik dari Polandia menjadi yang tercepat di bagian putra dengan rata-rata waktu 3 jam 33 menit 25 detik.
Para atlet maraton ini berlari dari benua ke benua dengan diantarkan lebih dahulu oleh penerbangan carteran dan hampir semuanya mencatat waktu paling lambat saat berlari di Novolazarevskaya di Antartika Rusia.
World Marathon Challenge awalnya dijadwalkan mulai di sana tetapi cuaca buruk memaksa panitia penyelenggara mengubah jadwal dan Cape Town di Afrika Selatan akhirnya dipilh sebagai yang pertama sebelum para pelari berpacu di Antartika, demikian Reuters.
Setelah menempuh jarak resmi 42,2 kilometer di Afrika, Antartika, Australia, Asia, Eropa, dan Amerika Selatan, lomba ini finis di Amerika Utara, di Miami.
Madsen menjadi juara umum dengan rata-rata waktu tiga jam, 25 menit, 57 detik, yang disebut penyelenggara acara telah menciptakan rekor.
Dia rata-rata sekitar tujuh menit lebih baik dibandingkan dengan peringkat kedua Jessica Jones dari Amerika Serikat.
Milosz Pasiecznik dari Polandia menjadi yang tercepat di bagian putra dengan rata-rata waktu 3 jam 33 menit 25 detik.
Para atlet maraton ini berlari dari benua ke benua dengan diantarkan lebih dahulu oleh penerbangan carteran dan hampir semuanya mencatat waktu paling lambat saat berlari di Novolazarevskaya di Antartika Rusia.
World Marathon Challenge awalnya dijadwalkan mulai di sana tetapi cuaca buruk memaksa panitia penyelenggara mengubah jadwal dan Cape Town di Afrika Selatan akhirnya dipilh sebagai yang pertama sebelum para pelari berpacu di Antartika, demikian Reuters.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo berikan koin Kepresidenan ke pengawal Swiss usai agenda WEF 2026 Davos
24 January 2026 5:44 WIB
Bicara di WEF 2026 Davos-Swiss, Prabowo paparkan strategi jalankan pemerintahan
23 January 2026 5:34 WIB