Manado (ANTARA) -  Dalam rangka mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maka Tujuan Dunas Perkebunan Daerah adalah :

1.     Meningkatkan kesejahteraan petani/pekebun melalui pengembangan komoditas perkebunan dengan meningkatkan produksi, produktifitas dan mutu tanaman perkebunan

2.     Meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas pekebun terhadap teknologi dan sumber-sumber pembiayaan

Sasaran pembangunan perkebunan yang ingin dicapai  adalah :

1.     Terwujudnya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan

2.     Tersedianya aksebilitas petani, pekebun terhadap pemanfaatan teknologi,  sumber-sumber pembiayaan serta informasi pasar dan akses pasar dalam usaha perkebunan

A.     Target dan Capaian Kinerja Berdasarkan RPJMD

No

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA PENGEMBANGAN DAERAH

TAHUN 2016

 TAHUN 2017

TAHUN 2018

TAHUN 2019

Target RPJMD

Capaian

Target RPJMD

Capaian

Target RPJMD

Capaian

Target RPJMD

Capaian

1

NTP Perkebunan

86

90,39

87

87,37

88

89,79

89

87,24

2

PRODUKSI (Ton)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kelapa

230.036

245.934

271.000

260.668

272.000

273.578

273.500

275.493

 

Cengkeh

20.217

15.372

1.950

4.456

20.225

4.563

20.225

36.469

 

Pala

10.163

10.180

10.165

11.219

10.166

11.311

10.165

11.609

 

Kopi

3.016

3.291

3.018

3.478

3.020

3.735

3.022

3.733

 

Kakao

4.258

5.591

4.260

4.748

4.260

6.056

4.260

5.804

 

Aren

1.334

1.187

1.334

1.104

1.334

1.251

1.334

1.127

 

Abaca

280

306

282

306

285

2.493

288

78

 

PRODUKTIVITAS (Kg/Ha)

               

 

Kelapa

1.213

1.124,68

1.225

1.176,61

1.225

1.259,36

1.250

1.262,63

 

Cengkeh

11

343,93

43

98,53

345

100,27

10

810,10

 

Pala

1.170

1.177,01

1.170

1.214,93

1.170

1.140,26

1.172

1.171,29

 

Kopi

528

586,06

528

628,04

528

662,65

529

662,29

 

Kakao

520

751,52

522

643,15

522

716,63

524

678,51

 

Aren

475

457,00

475

413,05

475

449,87

475

416,25

 

Abaca

1620

1.594,69

1.628

1.594,70

1.630

11.011,56

1.632

274,76

 

Vanili

 

190,90

 

173,70

 

84,23

 

82,08

 

Tercapainya target kinerja RPJMD untuk indikator meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas perkebunan (kelapa, cengkeh, pala, kopi, kakao dan abaca) pada beberapa tahun, terutama pada tahun 2019 menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan perkebunan di Sulawesi Utara yang meliputi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi, intensifikasi, peremajaan, diversifikasi, ekstensifikasi, integrasi, penanganan perlindungan tanaman dan gangguan usaha perkebunan.

Capaian kinerja RPJMD Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan target kinerja RPJMD untuk tujuan meningkatkan kapasitas dan aksesibilitas pekebun terhadap teknologi dan sumber-sumber pembiayaan, pada sasaran meningkatnya aksesibilitas petani/pekebun terhadap pemanfaatan teknologi dan informasi pasar indikator kinerja sasaran persentase petani/pekebun menggunakan teknologi perkebunan target tercapai tahun 2016 - 2019. Dan pada indikator kinerja sasaran persentase petani/pekebun mendapatkan informasi harga komoditi perkebunan secara rutin target tercapai tahun 2016 – 2019.

Luas wilayah yang dimanfaatkan untuk tanaman perkebunan s.d tahun 2019 adalah 413.219,75 Ha.  Kawasan peruntukan perkebunan tersebar di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Utara dengan 13 komoditi yang dikembangakan : kelapa, cengkeh, pala, kakao, vanili, kopi, jambu mete, casiavera, lada, kemiri,aren, jarak pagar dan pisang abaka.

Perkebunan rakyat (PR) mendominasi dengan luas areal 400.900,58 Ha (97,02%) dari total luas areal dengan melibatkan pekebun 348,601 KK sedangkan pengusahaan perkebunan besar swasta (PBS) dengan 48 PBS memiliki luas areal sebesar 10.694,88 Ha atau 2,66 % dari total luas areal, PBN luas 1.624,29 Ha atau 0,40 %.

Upaya Pemerintah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara memberikan bantuan melalui dana APBD  berupa bantuan peralatan untuk usaha diversifikasi kelapa diantaranya pengolahan minyak kelapa sebanyak 45 unit.

untuk menyiasati turunnya harga kopra tersebut pemerintah mengkonsentrasikan bantuan untuk petani kelapa berupa Unit Pengolahan Minyak goreng dan VCO. Dengan adanya pengolahan minyak kelapa dan VCO diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap produksi yang dihasilkan dan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa serta secara langsung dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani. Namun demikian pemerintah tetap berupaya untuk menaikan harga kopra sehingga di awal tahun 2020 harga kopra naik.

 

Dalam rangka peningkatan Produksi/Produktifitas tanaman perkebunan maka dari tahun 2016-2019 telah dilaksanakan Kegiatan sebagai berikut :

1.  Pengembangan Tanaman Tahunan Dan Penyegar : Peremajaan Tanaman Kelapa 1125 Ha, Intensifikasi Tanaman Kelapa 400 Ha, Rehabilitasi Tanaman Kelapa 2000 Ha, Peremajaan Tanaman Kakao 42 Ha, Rehabilitasi Tanaman Kopi 114 Ha, Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Tanaman Perkebunan 495 Petani, Bimbingan Teknis Tanaman Perkebunan 310 Petani.

2.  Pengembangan Tanaman Semusim dan Rempah : Pengembangan Tanaman Pala; Rehabilitasi Tanaman Pala 3315 Ha, Intensifikasi Tanaman Pala 342 Ha, Peremajaan Tanaman Pala 600 Ha. Pengembangan Tanaman Cengkeh; Rehabilitasi Tanaman Cengkeh 4251 Ha, Intensifikasi Tanaman Cengkeh 810 Ha, Peremajaan Tanaman Cengkeh 800 Ha.

3.  Kegiatan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan : Penyediaan Alat Pengolahan Hasil Perkebunan sebanyak 45 unit, berupa bantuan UPH minyak kelapa.

4.  Kegiatan Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian / Perkebunan

Konservasi Lahan (pembuatan Rorak) 800 Ha, Pengembangan Optimasi Lahan 780 Ha, Pembangunan Embung 7 Paket, Pembangunan Sumur Resapan 9 Unit, Pengembagan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) 4 Unit

5.  Kegiatan Perlindungan Perkebunan : Penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan sejumlah 4.351 Ha dengan perincian : Pengerek Batang Cengkeh 800 Ha, Pengendalian Pengerek Batang Pala 100 Ha, Terlaksananya pengendalian Aceria 126 Ha, pengendalian Pengerek Batang Kakao 600 Ha, pengendalian hama sexava 750 Ha,  pengendalian hama brontispa 1.000 Ha, Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao 200 Ha, pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi  175 Ha, Pengendalian penyakit busuk buah kakao 100 Ha, Pengendalian hama Oryctes sp  100 Ha, Pengendalian penyakit busuk buah Pala 300 Ha, pengendalian OPT Outbreak (Hexamitodera Cryptophasa) 200 Ha  Penerapan PHT Tanaman Semusim dan Rempah, Penanganan Dampak Perubahan Iklim dan Pecegahan Kebakaran Lahan, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Pengembangan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan, Pembinaan dan Sertifikasi Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditi Perkebunan, Fasilitasi Teknis Dukungan Perlindungan Perkebunan, Pemberdayaan Petugas Pengamat OPT Tanaman Perkebunan.

6. Kegiatan Perbenihan Tanaman Perkebunan : Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih Tanaman Perkebunan dari selang 2016-2019 benih yang disertifikasi berjumlah 299.405 Bibit.

    Dari Tahun 2016 – 2019 Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan pelepasan Varietas kelapa ODESKA Lobu dari unggul Lokal ke unggul Nasional, pelepasan pisang Varietas Abaca Talaud, penetapan sumber-sumber benih unggul lokal kelapa, Pala, Cengkeh dan Kakao. Untuk Tahun 2019 berhasil mendapatkan tanda daftar Kelapa ODSK Apela dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kelapa (PPVT) Jakarta.***adv***

 


Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024