Manado (ANTARA) - Virus corona yang bermula di Wuhan belum mempengaruhi kinerja ekspor Sulawesi Utara (Sulut) ke China pada  bulan Januari 2020, terbukti daerah tersebut mengekspor santan kelapa beku ke negara tersebut.

"Januari 2020, Sulut masih mengekspor produk turunan kelapa yakni santan beku ke China sebanyak dua kontainer," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen di Manado, Rabu.

Edwin  mengatakan santan beku yang diekspor ke China dengan volume sebesar  48 ton dan mampu menghasilkan devisa  35.800 dolar Amerika Serikat.

Angka ini, katanya, berdasarkan data kegiatan ekspor ini sebagaimana tertera dalam  Surat keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan  Disperindag Sulut.

"Satu tahun terakhir ini,  permintaan santan beku dari China ke Sulut semakin  tinggi," katanya.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri  Darwin Muksin mengatakan ekspor  santan beku ke China,  sempat terhenti, tetapi kemudian pada tahun 2019  kembali berjalan baik.

Ia mengharapkan ekspor santan beku makin meningkat, tidak hanya ke China, namun juga ke negara lain, dan hal ini akan menambah kuantitas produksi  produk turunan kelapa.

Pihaknya mendorong agar pelaku usaha maupun petani di Sulut dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas  komoditas tersebut agar terjadi perbaikan mutu dan pembenahan dari sisi harga. 

Pihaknya ikut mendorong agar pengekspor di Sulut melakukan inovasi agar produk yang diekspor merupakan barang jadi yang punya nilai lebih dan memberikan dampak ke masyarakat.

"Sebab yang dibutuhkan saat ini adalah produk jadi dan mampu memberikan nilai tambah cukup tinggi," katanya.

Penyebaran virus corona yang bermula di Wuhan, Cina terus mengancam keselamatan jiwa manusia di berbagai belahan dunia. Wabahnya kian berkembang pesat karena virus pembawa pneumonia ini tersebar melalui udara. 

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan untuk tujuan beberapa kota di China yang mengalami pembatalan atau penghentian penerbangan sementara secara bertahap menurut jadwal keberangkatan dan kedatangan hingga pemberitahuan lebih lanjut (until further notice).

"Untuk rute Manado-China yakni Manado – Tianjin – Manado, Manado – Fuzhou – Manado, dan Manado – Hangzhou – Manado," kata Danang.
 

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw

Copyright © ANTARA 2024