Manado (ANTARA) - Sejumlah legislator Manado, angkat bicara, menyayangkan tewasnya Stefanli Lahingide (14), siswa salah satu SMP swasta di wilayah Mapanget, akibat sanksi lari keliling lapangan sekolah, Selasa (1/10).

"Ini adalah peristiwa yang sangat tidak terduga dan sungguh mencorang wajah pendidikan di Kota Manado," kata Legislator dari FPDIP, Jeane Laluyan,  di Manado. 

Hal tersebut, menurut Laluyan, tidak seharusnya terjadi, meskipun memang belum jelas apa penyebab kematian Fanli, sebab hasil otopsi belum diterima polisi, tetapi fakta kematian sudah terjadi dan korban tidak akan kembali. 

Dia minta agar Dinas Pendidikan Manado, sebagai institusi yang berwenang mengurusi masalah pendidikan di sekolah, mengambil tindakan tegas, terhadap pihak sekolah maupun oknum guru, supaya menjadi pelajaran bagi sekolah lainnya dan kejadian serupa tidak terulang. 

"Harus ada tindakan yang akan membuat kejadian serupa jangan terulang, dan yang paling penting diingat adalah mengingatkan guru-guru supaya dalam memberikan sanksi, memastikan siswa yang bersangkutan benar-benar sehat atau tidak, jangan sampai terjadi peristiwa sedemikian lagi," katanya. 

Hal senada disampaikan juga legislator Syarifudin Saafa, dari PKS, yang sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi dan dalam lingkungan sekolah pula. 

"Apapun alasannya, peristiwa-peristiwa serupa jangan sampai terjadi lagi, karena sudah menyebabkan nyawa siswa melayang, dinas pendidikan harus bisa mengambil tindakan tegas, sehingga bisa mencegah hal serupa berulang," katanya. 

Diapun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap kiranya keluarga korban, bisa mengikhlaskan kepergian Fenli, supaya tenang. 

"Selanjutnya biar berproses sesuai hukum, sehingga penegakkannya juga akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya. ***
 

Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024