Manado (ANTARA) - Siloam Hospital Manado, mengedukasi sekaligus mengajak seluruh masyarakat Manado dan Sulawesi Utara tentang kesehatan otak manusia, lewat pemutaran film tiga dimensi, "The Amazing Human Brain and the Potential Catastrophe", di cinemax Bahu Mal, Sabtu.

"Pemutaran film tiga dimensi tersebut, berisikan pesan-pesan preventif kepada masyarakat, yang mendalam untuk mendeteksi masalah apapun di otak," Kata Ahli Bedah Saraf Indonesia, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Wahjoepramono, Sp.Bs, PhD, di Manado. 

Dr. Eka, yang sehari-harinya adalah ketua Tim bedah saraf Siloam Hospital, Karawaci dan Dekan Fakultas Kedokteran UPH itu, mengatakan, dengan pemutaran film dan mengundang masyarakat umum serta para mahasiswa kedokteran dan  para dokter untuk menonton, bisa membuat masyarakat sadar dan tertarik melakukan pemeriksaan kesehatan otak.  Dr. Eka memberikan penjelasan di sela sela pemutaran film. (Jo) (1)
Dia mengakui besar sekali dana masyarakat dan pemerintah terbuang karena penyakit yang bersumber dari otak, sehingga diharapkan memotivasi masyarakat memeriksakan kesehatan otak, sebagian tindakan preventif. 

"Dengan film ini diharapkan bisa dan mau melakukan cek up sehingga bisa tahu jika ada yang tak beres seperti adanya gejala stroke dan lainnya," katanya. 

Dalam pemutaran film tiga dimensi itu, ditunjukkan bagaimana pemeriksaan otak, dan tindakan operasi di otak yang harus ditempuh untuk menyelamatkan nyawa, dilakukan tim dr. Eka.  Dr. Eko dan dr. Max menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan usai pemutaran film. (Jo) (1)
Sementara Dr. dr. Maximillian Oleh, Sp.BS (K), ahli bedah saraf Siloam Hospital Manado, mengatakan, pemeriksaan otak itu sangat perlu, karena sekali rusak otak tak bisa diperbaiki lagi, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan otak dengan MRI dan MRA. 

"Jika ada indikasi rusak, lebih cepat bisa dilakukan tindakan, jangan sampai terlalu parah rusaknya, karena tidak bisa diobati," katanya. 

Demikian juga Assoc Prof. Dr. dr. Eko Prasetyo, Sp. BS, mengatakan diaognosa dini  melakukan brain chek up dan chek ini, karena dengan mengetahui lebih awal lebih murah dan mudah pengobatannya.  Foto bersama usai pemutaran film. (Jo) (1)
"Jika ditemukan ada perdarahan di otak, maka yang penting adalah waktu, jangan menunda segera lakukan tindakan operasi segera jangan menunda, untuk kesehatan," katanya. 

Usai pemutaran film, juga ada tanya jawab antara tiga narasumber dengan para penonton mengenai berbagai penyakit, serta penyampaian dari Siloam tentang paket pemeriksaan dini, stroke Basic Rp699 ribu , dan Advan Rp. 1.999.000, yang patut dicoba, untuk kesehatan.

Selain pemutaran film, juga ada testimoni dari beberapa orang yang pernah melakukan operasi otak dan operasi di tulang belakang, seperti mangan Bupati Minahasa, Vreeke Runtu, yang mengaku dioperasi sejak 2005 di Siloam Karawaci oleh dr Eka, dan aampai sekarang masih sehat, demikian juga dengan Pdt. Meiva Salindeho-Lintang yang 
menceritakan bagaimana menjalani operasi dan berhasil.  ***

Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024