DPRD Manado menyoal video siswa SMP berjoged saat pelajaran berlangsung
Selasa, 27 Agustus 2019 8:32 WIB
Syarifudin Saafa. (jo) (1)
Manado (ANTARA) - Beredarnya sebuah video dua orang siswa SMP yang berjoged, saat seorang sedang menulis di papan tulis, mendapat tanggapan legislator Dapil Singkil-Mapanget, Syarifudin Saafa.
"Adanya video terkait siswa SMP yang berjoged di belakang guru, mengindikasikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari semua kalangan," kata Saafa, di Manado.
Dia mengatakan, jika memang sepengatahuan guru tidak perlu diekspose keluar, karena bisa saja itu menjadi kebijakan ke dalam, namun jika tak diketahui, maka harus segera ada tindakan yang dilakukan.
Pertama katanya, adalah masalah sopan santun siswa di sekolah, dan mengingatkan dinas pendidikan Kota Manado, untuk membingkai kembali pelajaran di sekolah itu, supaya betul-betul sesuai berjalan sesuai dengan tujuannya.
"Kemudian, guru sedang mengajar murid sedang bermain, ini ada kaitannya dengan orang tua atau wali siswa, sebab jika dibiarkan akan menyebar di kalangan siswa, termasuk gurunya juga harus mendapatkan peringatan," katanya.
Sebab menurut Saafa, ketika guru mengajar dan siswa bermain, menunjukkan siswa tak lagi menghormati guru, jika memang makin mendesak dilakukan perbaikan etika siswa dalam mata pelajaran budi pekerti.
Dia juga mengingatkan agar pihak sekolah mengundang orang tua siswa untuk membahas masalah tersebut, sebab para siswa masih anak-anak dan bisa diatur sehingga secepatnya sekolah dan orang tua berkoordinasi.
Dia juga mengingatkan agar dinas pendidikan segera turun menyelesaikan masalah tersebut, sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulkan preseden buruk terhadap dunia pendidikan. ***
"Adanya video terkait siswa SMP yang berjoged di belakang guru, mengindikasikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari semua kalangan," kata Saafa, di Manado.
Dia mengatakan, jika memang sepengatahuan guru tidak perlu diekspose keluar, karena bisa saja itu menjadi kebijakan ke dalam, namun jika tak diketahui, maka harus segera ada tindakan yang dilakukan.
Pertama katanya, adalah masalah sopan santun siswa di sekolah, dan mengingatkan dinas pendidikan Kota Manado, untuk membingkai kembali pelajaran di sekolah itu, supaya betul-betul sesuai berjalan sesuai dengan tujuannya.
"Kemudian, guru sedang mengajar murid sedang bermain, ini ada kaitannya dengan orang tua atau wali siswa, sebab jika dibiarkan akan menyebar di kalangan siswa, termasuk gurunya juga harus mendapatkan peringatan," katanya.
Sebab menurut Saafa, ketika guru mengajar dan siswa bermain, menunjukkan siswa tak lagi menghormati guru, jika memang makin mendesak dilakukan perbaikan etika siswa dalam mata pelajaran budi pekerti.
Dia juga mengingatkan agar pihak sekolah mengundang orang tua siswa untuk membahas masalah tersebut, sebab para siswa masih anak-anak dan bisa diatur sehingga secepatnya sekolah dan orang tua berkoordinasi.
Dia juga mengingatkan agar dinas pendidikan segera turun menyelesaikan masalah tersebut, sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulkan preseden buruk terhadap dunia pendidikan. ***
Pewarta : Joyce Hestyawatie B
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPP PDIP siapkan PAW setelah viral video Wahyudin Moridu "rampok uang negara"
22 September 2025 5:53 WIB
Anggota DPRD Gorontalo ngaku tidak sadar ucapan "rampok uang negara" direkam
20 September 2025 18:20 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
Kemdiktisaintek dan NEDO Jepang siapkan kolaborasi riset energi dan industri
07 January 2026 11:00 WIB