Cibinong, Jawa Barat (ANTARA) - Gelandang klub PSM Makassar berkewarganegaraan Belanda Marc Anthony Klok mengincar satu tempat di tim nasional Indonesia setelah naturalisasinya menjadi WNI tuntas.

"Saya ingin bermain di timnas Indonesia," ujar Klok di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa.

Menurut pemain berusia 26 tahun itu, saat ini dirinya bersabar menunggu semua harapannya terwujud.

Dia tenang menanti tahapan naturalisasinya selesai.

"Saya sabar menanti naturalisasi tuntas. Setelah itu, saya juga akan sabar menunggu panggilan timnas Indonesia," kata Klok.

Klok sendiri terus berusaha tampil baik bersama PSM Makassar demi menarik perhatian pelatih timnas Indonesia saat ini Simon McMenemy.

Di Piala AFC 2019, Klok sudah mencetak tiga gol. Dua di antaranya dibuat di laga kontra klub Singapura Home United dalam lanjutan pertandingan Grup H di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (30/4), yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan PSM.

Terkait dwi golnya tersebut, Klok menegaskan bahwa itu semata berkat dukungan rekan-rekannya di lapangan.

"Jadi tidak penting soal saya mencetak gol. Yang penting tim menang," tutur dia.

Performa bagus Klok pun mendapat pujian dari pelatih PSM Darije Kalezic.

Kalezic menilai Klok sebagai pemain penting di skuat berjuluk Juku Eja.

"Dia tidak perlu membuat dua gol di setiap laga untuk menjadi pemain penting di PSM. Klok memiliki perannya sendiri dan itu penting untuk semua pemain," ujar pelatih berkewarganegaraan Belanda tersebut.

PSM Makassar berhasil membalikkan kedudukan dari tertinggal 0-2 hingga akhirnya menang 3-2 atas tim Liga Singapura Home United di laga Grup H Piala AFC 2019, Selasa.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibonong, Jawa Barat itu, PSM tertinggal 0-2 terlebih dahulu melalui dua gol Mohammad Hafiz Noor (51', 55').

PSM kemudian membalasnya lewat gol dari Klok (60'-penalti, 78') dan Guy Junior (86').

Kemenangan membuat PSM Makassar lolos ke fase semifinal zona ASEAN Piala AFC 2019 sebagai juara Grup H. ***3***
 


Pewarta : Michael Siahaan
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024