Perhumas berperan dorong sektor pariwisata Sulut
Jumat, 26 April 2019 9:14 WIB
Perhumas tingkatkan sektor pariwisata di Sulut. (1)
Manado (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Sulawesi Utara (Sulut) Gladys Runtukahu mengatakan Perhumas memberi peran dalam mendorong peningkatan sektor pariwisata di daerah tersebut.
"Sebagai humas memang ingin memajukan perusahaan maupun instansi dimana ia bernaung, namun juga memberikan peran dalam mendorong sektor pariwisata juga," kata Gladys.
Runtukahu dalam Acara Talk and Stage Tema Efek Domino Pariwisata Sulut di lokasi wisata Street Food Koenya-Koenya Manado, Selasa.
Dia mengatakan humas selain memperomosikan dan menjaga hubungan yang baik antar relasi bisnis juga melalui wadah Perhumas ini, banyak membuat pertemuan dan diskusi soal pembangunan daerah khususnya di sektor pariwisata.
Gladys memberikan contoh pada saat kejadian Tsunami di Palu, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang membatalkan penerbangannya ke Manado, karena berpikir Palu itu berdekatan dengan Manado.
"Kami mendapat laporan dari teman-teman humas yang berkecimpung di sektor pariwisata," katanya.
Sehingga, katanya, dengan cepat pihaknya saling berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyebarkan semua tentang Sulut, bahwa lokasinya sangat jauh dari Palu, dan tidak berdampak apa-apa.
"Catatan tentang Sulut tersebut, dikeluarkan menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin," jelasnya.
Sehingga, katanya, informasi dari teman-teman di sektor pariwisata, bahwa wisatawan tidak jadi membatalkan kunjungannya ke Sulut.
Jadi, katanya, ke depan semua anggota yang tergabung dalam Perhumas Sulut dari pariwisata, akademisi dan instansi lainnya, akan terus ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
"Sebagai humas memang ingin memajukan perusahaan maupun instansi dimana ia bernaung, namun juga memberikan peran dalam mendorong sektor pariwisata juga," kata Gladys.
Runtukahu dalam Acara Talk and Stage Tema Efek Domino Pariwisata Sulut di lokasi wisata Street Food Koenya-Koenya Manado, Selasa.
Dia mengatakan humas selain memperomosikan dan menjaga hubungan yang baik antar relasi bisnis juga melalui wadah Perhumas ini, banyak membuat pertemuan dan diskusi soal pembangunan daerah khususnya di sektor pariwisata.
Gladys memberikan contoh pada saat kejadian Tsunami di Palu, banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang membatalkan penerbangannya ke Manado, karena berpikir Palu itu berdekatan dengan Manado.
"Kami mendapat laporan dari teman-teman humas yang berkecimpung di sektor pariwisata," katanya.
Sehingga, katanya, dengan cepat pihaknya saling berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyebarkan semua tentang Sulut, bahwa lokasinya sangat jauh dari Palu, dan tidak berdampak apa-apa.
"Catatan tentang Sulut tersebut, dikeluarkan menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin," jelasnya.
Sehingga, katanya, informasi dari teman-teman di sektor pariwisata, bahwa wisatawan tidak jadi membatalkan kunjungannya ke Sulut.
Jadi, katanya, ke depan semua anggota yang tergabung dalam Perhumas Sulut dari pariwisata, akademisi dan instansi lainnya, akan terus ambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berperan di film Air Mata Mualaf, Acha Septriasa terenyuh ucapkan syahadat
28 October 2025 10:14 WIB
Menteri Meutya Hafid sebut Media massa berperan penting jaga persatuan bangsa
02 October 2025 5:25 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB