Minahasa Tenggara akan dijadikan pusat produksi buah di Sulut
Kamis, 15 November 2018 1:14 WIB
Anggota DPR Vanda Sarundajang bersama dengan perwakilan masyarakat penerima bantuan bibit Durian dan Alpukat. (Ist)
Minahasa Tenggara, (Antaranews Sulut) - Kabupaten Minahasa Tenggara ditargetkan akan menjadi salah satu daerah sentra produksi buah di Sulawesi Utara (Sulut), dengan akan dikembangkannya jenis buah durian dan alpukat.
Anggota DPR RI Vanda Sarundajang memprakarsai rencana tersebut, dengan melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenreistek-Dikti).
"Wilayah Minahasa Tenggara sangat potensial. Wilayah ini masih banyak sekali lahan kosong. Jadi target kita untuk dijadikan sentra penghasil buah-buahan," ujar Vanda Sarundajang dalam bimbingan teknis bersama perwakilan kelompok warga di Ratahan, Rabu.
Pada kesempatan tersebut, peserta dibekali tekait pengembangan tepat guna buah unggulan Indonesia, secara spesifik buah Durian dan Alpukat.
Vanda juga menyerahkan secara simbolis bibit tanaman Durian dan Alpukat varietas unggul kepada para perwakilan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
"Sejauh ini yang dikenal hanya buah Salak dari Minahasa Tenggara. Kami ngin kelak nantinya Durian dan Alpukat juga bisa jadi salah satu komoditi unggulan. Ini akan menunjang perekonomian masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Perwakilan Kemenristek Dikti melalui Pusat Kajian Holtikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), Rahmad Suhartanto menjelaskan, pendidikan pengembangan buah sangat penting, agar pengembangan buah bisa lebih tepat guna dengan nilai ekonomis yang tinggi.
"Jadi dari pembibitan, sampai penanaman baik dan benar kita sampaikan ke masyarakat. Sangat spesifik mulai dari melihat kondisi geografis, struktur tanah dan cuaca," ujarnya.
Pemateri lainnya dari pusat Kajian Holtikultura Topika IPB Arif Purwanto menjelaskan terkait pengelolaan buah setelah panen yang dilakukan secara baik dan benar untuk menjamin kualitas.
"Ini bagian penting sebab berkaitan pemasaran. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan melihat peluang peluang pasar. Jadi jangan hanya berpikir tanam, namun harus juga sampai pada cara pemasaran dengan nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya.
Arif berharap masyarakat bisa merespon positif pengembangan buah unggulan ini. Sebab dalam upaya ini pemerintah juga punya tanggung jawab ikut mengawasi dan memfasilitasi.***3***
Anggota DPR RI Vanda Sarundajang memprakarsai rencana tersebut, dengan melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenreistek-Dikti).
"Wilayah Minahasa Tenggara sangat potensial. Wilayah ini masih banyak sekali lahan kosong. Jadi target kita untuk dijadikan sentra penghasil buah-buahan," ujar Vanda Sarundajang dalam bimbingan teknis bersama perwakilan kelompok warga di Ratahan, Rabu.
Pada kesempatan tersebut, peserta dibekali tekait pengembangan tepat guna buah unggulan Indonesia, secara spesifik buah Durian dan Alpukat.
Vanda juga menyerahkan secara simbolis bibit tanaman Durian dan Alpukat varietas unggul kepada para perwakilan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
"Sejauh ini yang dikenal hanya buah Salak dari Minahasa Tenggara. Kami ngin kelak nantinya Durian dan Alpukat juga bisa jadi salah satu komoditi unggulan. Ini akan menunjang perekonomian masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Perwakilan Kemenristek Dikti melalui Pusat Kajian Holtikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), Rahmad Suhartanto menjelaskan, pendidikan pengembangan buah sangat penting, agar pengembangan buah bisa lebih tepat guna dengan nilai ekonomis yang tinggi.
"Jadi dari pembibitan, sampai penanaman baik dan benar kita sampaikan ke masyarakat. Sangat spesifik mulai dari melihat kondisi geografis, struktur tanah dan cuaca," ujarnya.
Pemateri lainnya dari pusat Kajian Holtikultura Topika IPB Arif Purwanto menjelaskan terkait pengelolaan buah setelah panen yang dilakukan secara baik dan benar untuk menjamin kualitas.
"Ini bagian penting sebab berkaitan pemasaran. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan melihat peluang peluang pasar. Jadi jangan hanya berpikir tanam, namun harus juga sampai pada cara pemasaran dengan nilai ekonomis yang tinggi," jelasnya.
Arif berharap masyarakat bisa merespon positif pengembangan buah unggulan ini. Sebab dalam upaya ini pemerintah juga punya tanggung jawab ikut mengawasi dan memfasilitasi.***3***
Pewarta : Arthur Ignasius Karinda
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Mitra putuskan Jalan Ratatotok-Tombatu dinamai SH Sarundajang
17 February 2021 6:31 WIB, 2021
Bendera setengah tiang sepekan seluruh warga hormati meninggalnya SH Sarundajang
14 February 2021 22:00 WIB, 2021
Vanda Sarundajang mengaku akan melobi pemerintah terkait harga Kopra
15 November 2018 1:21 WIB, 2018
IvanSa-CNR Raih Suara Terbanyak Penjaringan Bakal Calon Bupati-Wabup Minahasa Partai Golkar
30 June 2017 18:49 WIB, 2017
Terpopuler - Minahasa Tenggara
Lihat Juga
Kemenag beri bina rohani dan mental warga binaan Polres Minahasa Tenggara
08 June 2024 6:07 WIB, 2024
Wujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, Pemkab Mitra dan FISIP Unsrat jalin kerja sama
31 May 2023 23:27 WIB, 2023