Sulut Tingkatkan Inovasi Komoditas Ekspor
Kamis, 13 Juli 2017 9:49 WIB
Manado, 12/7 (Antara) - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkatkan inovasi komoditas ekspor daerah tersebut ke berbagai negara di dunia.
"Kami terus mendorong dan memfasilitasi agar pengekspor Sulut melakukan inovasi komoditas yang akan dikirim ke luar negeri," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw di Manado, Rabu.
Jenny mengatakan pemerintah akan terus mendorong agar pengekspor Sulut tidak hanya mengekspor barang setengah jadi saja.
"Kami akan berusaha memfasilitasi dan mendorong pengekspor Sulut agar menghasilkan barang final yang mampu memberikan devisa lebih besar dibandingkan barang setengah jadi," jelasnya.
Dia menjelaskan, jika pengekspor berani lebih berinovasi dan menghasilkan final produk, dengan sendirinya akan meningkatkan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
Selain itu, katanya, produk final ini yang sangat diminati oleh masyarakat dunia.
"Semua fasilitas yang bisa dilakukan pemerintah baik pengurusan berkas ekspor, fasilitasi pembiayaan maupun pelatihan akan terus dilakukan," ungkapnya.
Saat ini, produk ekspor Sulut masih setengah jadi dan bahan baku yakni produk perkebunan seperti kelapa dan pala juga dari sektor perikanan.
Kinerja ekspor perkebunan Sulut memang terus meningkat namun akan lebih baik lagi jika diversifikasi produk didorong.
Produk Sulut yang diekspor yakni tepung kelapa, minyak kelapa kasar, kopra, ikan kayu, ikan segar, ikan beku, ikan hias hidup, biji pala, bungkil kopra, bunga pala, daging buah pala kering dan lainnya.
Tujuan ekspor Sulut di berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.***3***
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 12-07-2017 16:44:49
"Kami terus mendorong dan memfasilitasi agar pengekspor Sulut melakukan inovasi komoditas yang akan dikirim ke luar negeri," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw di Manado, Rabu.
Jenny mengatakan pemerintah akan terus mendorong agar pengekspor Sulut tidak hanya mengekspor barang setengah jadi saja.
"Kami akan berusaha memfasilitasi dan mendorong pengekspor Sulut agar menghasilkan barang final yang mampu memberikan devisa lebih besar dibandingkan barang setengah jadi," jelasnya.
Dia menjelaskan, jika pengekspor berani lebih berinovasi dan menghasilkan final produk, dengan sendirinya akan meningkatkan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.
Selain itu, katanya, produk final ini yang sangat diminati oleh masyarakat dunia.
"Semua fasilitas yang bisa dilakukan pemerintah baik pengurusan berkas ekspor, fasilitasi pembiayaan maupun pelatihan akan terus dilakukan," ungkapnya.
Saat ini, produk ekspor Sulut masih setengah jadi dan bahan baku yakni produk perkebunan seperti kelapa dan pala juga dari sektor perikanan.
Kinerja ekspor perkebunan Sulut memang terus meningkat namun akan lebih baik lagi jika diversifikasi produk didorong.
Produk Sulut yang diekspor yakni tepung kelapa, minyak kelapa kasar, kopra, ikan kayu, ikan segar, ikan beku, ikan hias hidup, biji pala, bungkil kopra, bunga pala, daging buah pala kering dan lainnya.
Tujuan ekspor Sulut di berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika dan Amerika.***3***
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 12-07-2017 16:44:49
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jabar mengatakan kesejahteraan buruh dan industri harus adil
17 November 2021 14:53 WIB, 2021
Wakil Ketua MPR: mengatakan Revisi UU Kejaksaan akan sisipkan keadilan restoratif
04 November 2021 13:30 WIB, 2021
Gubernur Kepri:mengatakan Orang mengira Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang
04 November 2021 13:09 WIB, 2021
Wapres:mengatakan Penanganan COVID-19 di Indonesia masuk kategori terbaik
02 November 2021 13:34 WIB, 2021
Akademisi:mengatakan Penerapan keadilan restoratif mendesak untuk dilakukan
01 November 2021 13:09 WIB, 2021
Adik Gus Dur: mengatakan Deklarasi Bakti Nuswantara untuk kawal Pancasila
29 October 2021 14:34 WIB, 2021
Weliansyah : mengatakan Hasil buruk Semen Padang FC tanggungjawab saya
29 October 2021 12:42 WIB, 2021
Wapres: Mengatakan Kemiskinan tidak selesai hanya dengan memberikan bansos
22 October 2021 15:38 WIB, 2021
Anggota Komisi I:mengatakan "Data profiling" perlu diatur dalam RUU PDP
19 October 2021 13:16 WIB, 2021
TNI perbatasan: mengatakan Kerajinan tangan menenun warisan budaya bangsa
18 October 2021 8:52 WIB, 2021
Kepala Komite 1 DPD RI: mengatakan Kendala hukum surat ijo harus segera diatasi
13 October 2021 14:14 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
PM Australia kunjungi Indonesia, Prabowo tawarkan Danantara jadi mitra investasi
06 February 2026 13:20 WIB
Pertamina dukung penguatan budaya risiko melalui Board Greeting di Donggi Matindok
05 February 2026 13:03 WIB