Pembangunan Zero Point Minahasa Utara Berbasis RTH
Senin, 19 Juni 2017 23:16 WIB
Maket pembangunan "Zerro Point" di Minahasa Utara yang memiliki akses dari berbagai daerah.Antara Foto/Melky (1)
Minahasa Utara, 19/6 (Antara Sulut) - Pembangunan "Zero Point" di Minahasa Utara berbasis kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tiik pusat di Kelurahan Sukur, bakal menghiasi daerah tersebut.
Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan dalam sambutan dibawakan Asisten Satu Revino Dondokambey, disela-sela peletakan batu pertama pembangunan "zerro point" mengatakan, proyek tersebut sudah menjadi agenda melalui RAPBD jangka panjang.
"Proyek tersebut melalui dinas tata ruang dengan pemanfaatan lahan masyarakat kurang lebih 1,5 hektar lahan dibebaskan untuk pembangunan "zero point," ujar Dondokambey.
Dia mengatakan, nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp4.197.400.000 tahun anggaran 2017, yang dikerjakan oleh pihak perusahaan yang memenangkan tender pembangunan "zero point", dengan waktu 90 hari kerja.
"Pembangunan "zero poin" merupakan penataan awal kawasan Ruang terbuka hijau, juga titik sentral yang didalamnya memiliki akses dari berbagai wilayah seperti Likupang, Wori, Maumbi maupun dari arah Kema yang titik pertemuannya di lokasi tersebut," kata Revino.
Dengan adanya "zero point" kata dia, Minahasa Utara akan semakin maju sekaligus menepis bahkan mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya di Indonesia.
"Dengan adanya pembangunan "zero point" di Minahasa Utara akan meningkatkan nilai ekonomi, menuju daerah lebih baik sesuai visi dan misi pemerintah setempat," ujar Dondokambey.
Bupati Minahasa Utara Vonnie A Panambunan dalam sambutan dibawakan Asisten Satu Revino Dondokambey, disela-sela peletakan batu pertama pembangunan "zerro point" mengatakan, proyek tersebut sudah menjadi agenda melalui RAPBD jangka panjang.
"Proyek tersebut melalui dinas tata ruang dengan pemanfaatan lahan masyarakat kurang lebih 1,5 hektar lahan dibebaskan untuk pembangunan "zero point," ujar Dondokambey.
Dia mengatakan, nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp4.197.400.000 tahun anggaran 2017, yang dikerjakan oleh pihak perusahaan yang memenangkan tender pembangunan "zero point", dengan waktu 90 hari kerja.
"Pembangunan "zero poin" merupakan penataan awal kawasan Ruang terbuka hijau, juga titik sentral yang didalamnya memiliki akses dari berbagai wilayah seperti Likupang, Wori, Maumbi maupun dari arah Kema yang titik pertemuannya di lokasi tersebut," kata Revino.
Dengan adanya "zero point" kata dia, Minahasa Utara akan semakin maju sekaligus menepis bahkan mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya di Indonesia.
"Dengan adanya pembangunan "zero point" di Minahasa Utara akan meningkatkan nilai ekonomi, menuju daerah lebih baik sesuai visi dan misi pemerintah setempat," ujar Dondokambey.
Pewarta : Melky Rudolf Tumiwa
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Munas Apkasi Minahasa Utara ditutup, Wamendagri: Dukung visi Indonesia Emas 2045
31 May 2025 13:52 WIB
Pemkab Minahasa Utara imbau warga waspadai dampak curah hujan tinggi
04 February 2023 19:06 WIB, 2023
Komunitas Likupang Raya gelar penghijauan mangrove peringati Hari Pohon Sedunia
21 November 2022 22:17 WIB, 2022
Terpopuler - Minahasa Utara
Lihat Juga
Munas Apkasi Minahasa Utara ditutup, Wamendagri: Dukung visi Indonesia Emas 2045
31 May 2025 13:52 WIB
Pemkab Minahasa Utara imbau warga waspadai dampak curah hujan tinggi
04 February 2023 19:06 WIB, 2023
Komunitas Likupang Raya gelar penghijauan mangrove peringati Hari Pohon Sedunia
21 November 2022 22:17 WIB, 2022