Lippo Mulai Bangun Monaco Bay Konstruksi Tahan Gempa
Rabu, 10 Mei 2017 12:47 WIB
Penandatanganan kerja sama pembangunan pondasi Monaco Bay di Manado. (1)
Manado, 9/5 (Antara) - PT Lippo Karawaci Tbk mulai membangun pondasi kondominium Monaco Bay di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan kontruksi tahan gempa.
"Pondasi Monaco Bay akan segera dipasang, dan menjawab komitmen Lippo Grup dalam membangun Kota Manado dan sekitarnya," kata Direktur Teknik PT Lippo Karawaci Tbk Jowie Manche di Manado, Selasa.
Jowie mengatakan konstruksi yang digunakan tahan gempa, karena mengingat Sulut sering terjadi gempa, dan juga lokasinya dipinggir pantai.
Lippo Karawaci Tbk sebagai satu di antara perusahaan properti terkemuka di Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Pakubumi Semesta untuk dimulai pembangunan pondasi gedung Monaco Bay, setinggi 37 lantai, nantinya gedung tersebut menjadi tertinggi di Sulut.
"Dengan adanya kerja sama ini sebagai langkah dimulainya pembangunan Monaco Bay, yaitu dengan memasang pondasinya," katanya.
Dia menambahkan pemasangan bore piling konstruksi Monaco Bay target bisa selesai selama enam bulan, dengan nilai kontrak kerja sama sekitar Rp40 miliar.
Hal tersebut sebagai komitmen pihaknya menghadirkan suatu integrated development di Manado, yang telah membuktikan diri turut berperan menjadi pintu gerbang ekonomi untuk kawasan Indonesia Timur.
"Kami optimis dalam dua tahun bisa selesai pembangunannya. Ini komitmen kami dalam memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi setiap pelanggan," ungkapnya.
Keunggulan demografi Manado yang berada di tepi laut merupakan `ladang emas` karena dapat menjadi tagline Manado sebagai international resort city.
Keberadaan Monaco Bay ini merupakan suatu pemenuhan kebutuhan untuk memfasilitasi Kota Manado dalam mempersiapkan diri menjadi ajang investasi kelas dunia.
Direktur Utama PT Pakubumi Semesta, Agus Budiarto menjelaskan akan memasang pondasi berdiameter 1,2 meter dengan kedalaman 40 meter. Pondasi tersebut sangat kuat untuk sebuah gedung.
"Kalau dihitung tingginya sekitar 13 lantai. Sehingga pemilik apartemen tak perlu khawatir, karena memang gedungnya sangat kokoh," ungkapnya.
Konstruksi tahan gempa yang dibangun ini, minimal bertahan di 7 SR.
Berbekal pengalaman 40 tahun di bidang konstruksi, khususnya pembangunan pondasi bangunan pihaknya akan memasang sebanyak 202 tiang pancang untuk pembangunannya.***3***
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 09-05-2017 23:10:42
"Pondasi Monaco Bay akan segera dipasang, dan menjawab komitmen Lippo Grup dalam membangun Kota Manado dan sekitarnya," kata Direktur Teknik PT Lippo Karawaci Tbk Jowie Manche di Manado, Selasa.
Jowie mengatakan konstruksi yang digunakan tahan gempa, karena mengingat Sulut sering terjadi gempa, dan juga lokasinya dipinggir pantai.
Lippo Karawaci Tbk sebagai satu di antara perusahaan properti terkemuka di Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Pakubumi Semesta untuk dimulai pembangunan pondasi gedung Monaco Bay, setinggi 37 lantai, nantinya gedung tersebut menjadi tertinggi di Sulut.
"Dengan adanya kerja sama ini sebagai langkah dimulainya pembangunan Monaco Bay, yaitu dengan memasang pondasinya," katanya.
Dia menambahkan pemasangan bore piling konstruksi Monaco Bay target bisa selesai selama enam bulan, dengan nilai kontrak kerja sama sekitar Rp40 miliar.
Hal tersebut sebagai komitmen pihaknya menghadirkan suatu integrated development di Manado, yang telah membuktikan diri turut berperan menjadi pintu gerbang ekonomi untuk kawasan Indonesia Timur.
"Kami optimis dalam dua tahun bisa selesai pembangunannya. Ini komitmen kami dalam memberikan produk dan layanan yang terbaik bagi setiap pelanggan," ungkapnya.
Keunggulan demografi Manado yang berada di tepi laut merupakan `ladang emas` karena dapat menjadi tagline Manado sebagai international resort city.
Keberadaan Monaco Bay ini merupakan suatu pemenuhan kebutuhan untuk memfasilitasi Kota Manado dalam mempersiapkan diri menjadi ajang investasi kelas dunia.
Direktur Utama PT Pakubumi Semesta, Agus Budiarto menjelaskan akan memasang pondasi berdiameter 1,2 meter dengan kedalaman 40 meter. Pondasi tersebut sangat kuat untuk sebuah gedung.
"Kalau dihitung tingginya sekitar 13 lantai. Sehingga pemilik apartemen tak perlu khawatir, karena memang gedungnya sangat kokoh," ungkapnya.
Konstruksi tahan gempa yang dibangun ini, minimal bertahan di 7 SR.
Berbekal pengalaman 40 tahun di bidang konstruksi, khususnya pembangunan pondasi bangunan pihaknya akan memasang sebanyak 202 tiang pancang untuk pembangunannya.***3***
(T.KR-NCY/B/G004/G004) 09-05-2017 23:10:42
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jabar mengatakan kesejahteraan buruh dan industri harus adil
17 November 2021 14:53 WIB, 2021
Wakil Ketua MPR: mengatakan Revisi UU Kejaksaan akan sisipkan keadilan restoratif
04 November 2021 13:30 WIB, 2021
Gubernur Kepri:mengatakan Orang mengira Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang
04 November 2021 13:09 WIB, 2021
Wapres:mengatakan Penanganan COVID-19 di Indonesia masuk kategori terbaik
02 November 2021 13:34 WIB, 2021
Akademisi:mengatakan Penerapan keadilan restoratif mendesak untuk dilakukan
01 November 2021 13:09 WIB, 2021
Adik Gus Dur: mengatakan Deklarasi Bakti Nuswantara untuk kawal Pancasila
29 October 2021 14:34 WIB, 2021
Weliansyah : mengatakan Hasil buruk Semen Padang FC tanggungjawab saya
29 October 2021 12:42 WIB, 2021
Wapres: Mengatakan Kemiskinan tidak selesai hanya dengan memberikan bansos
22 October 2021 15:38 WIB, 2021
Anggota Komisi I:mengatakan "Data profiling" perlu diatur dalam RUU PDP
19 October 2021 13:16 WIB, 2021
TNI perbatasan: mengatakan Kerajinan tangan menenun warisan budaya bangsa
18 October 2021 8:52 WIB, 2021
Kepala Komite 1 DPD RI: mengatakan Kendala hukum surat ijo harus segera diatasi
13 October 2021 14:14 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Pertamina Corporate Wellness 2025, perwira diajak konsisten jalani hidup sehat
10 February 2026 19:37 WIB