Manado, AntaraSulut) - Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara membentuk kampung siaga bencana (KSB) menghadapi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terburuk saat bencana alam.

"Pembentukan KSB bertujuan untuk meminimalisir korban saat bencana alam terjadi, karena masyarakatnya sudah terlatih dengan baik," kata Kepala Dinas Sosial Manado, Frans Mawitjere, di Manado, Rabu.

Mawitjere mengatakan, dengan adanya KSB tersebut nantinya masyarakat yang dulu selalu menjadi korban, karena selalu menjadi objek bencana akan berubah menjadi subjek bencana.

Dia menjelaskan, dalam KSB tersebut masyarakat dilibatkan semuanya, sebab memang ada manajemen siaga bencana dimana mereka akan mengaturnya berdasarkan kearifan lokal.

Mawitjere menjelaskan, dengan pembentukan KSB tersebut diharapkan bisa merubah paradigma masyarakat, sehingga tahu dengan benar, bagaimana caranya menghadapi bencana, dimana jalur evakuasi.

"Jadi saat bencana, masyarakat tahu apa yang akan dilakukannya, sehingga tidak menjadi korban saat bencana," kata Mawitjere.

Dia mengatakan, secara umum, KSB di Kota Manado adalah yang ke-420 di Indonesia selain kabupaten dan kota lainnya di Indonesia, dan diharapkan benar-benar siaga bencana.

Untuk itu dia mengatakan, KSB akan berpusat di kecamatan, sehingga dengan 11 kecamatan yang ada, berarti ada 11 KAB yang akan terbentuk di Manado, untuk itu Dinas sosial Manado akan menggelar pelatihan pekan depan.

"Untuk pekan depan pelatihan akan dimulai dari Kecamatan Wenang, dimana akan melibatkan seluruh kelurahan di wilayah tersebut," kata Mawitjere. ***4***





(T.KR-JHB/B/M019/M019) 01-11-2016 16:28:54

Pewarta : Joyce Bukarakombang
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024