Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 31 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Boalemo untuk mengurai kepadatan di lapas dan mengoptimalkan pembinaan napi.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Sulistyo Wibowo di Gorontalo, Sabtu mengatakan langkah pemindahan diambil sebagai strategi rutin untuk mengurai kepadatan hunian sekaligus mengoptimalkan program pembinaan di kedua lapas agar lebih efektif.

"Proses pergeseran narapidana ini dilakukan dengan standar keamanan tinggi. Para narapidana diangkut menggunakan armada khusus bus TransPAS milik Lapas Gorontalo," ujar Sulistyo.

Ia mengatakan, iring-iringan bus dikawal ketat oleh pihak kepolisian sepanjang perjalanan. Sinergi antara petugas lapas dan polisi memastikan perjalanan menuju Kabupaten Boalemo berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa gangguan keamanan.

Sulistyo menjelaskan, setibanya di Lapas Kelas IIB Boalemo, proses serah terima narapidana segera dilakukan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan berkas dan cek kesehatan fisik yang dilakukan secara teliti oleh petugas penerima.

"Pihak Lapas Boalemo menyambut baik kedatangan narapidana baru tersebut, dan proses integrasi mereka ke blok hunian baru berjalan dengan mulus dan tertib," ujar dia.

Dari 31 orang yang dipindahkan, terdapat tiga orang yang memang merupakan warga Kabupaten Boalemo. Bagi ketiga narapidana itu, kepindahan tersebut menjadi kabar baik karena kini mereka berada lebih dekat dengan kampung halaman, sehingga memudahkan keluarga untuk datang membesuk mereka.

"Kami ingin mengurangi kepadatan di Gorontalo agar pembinaan bisa lebih maksimal. Alhamdulillah, berkat pengawalan polisi dan kesigapan petugas kami, seluruh proses dari berangkat hingga serah terima di Boalemo berjalan aman dan terkendali," pungkas Sulistyo.