Manado (ANTARA) - Pemegang Saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) menargetkan laba tahun 2026 sebesar Rp500 miliar.
"Kami optimistis target sebesar Rp500 miliar bisa tercapai," kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus, mewakili Pemprov Sulut selaku pemegang saham kendali di BSG usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSG, di Manado, Selasa.
Gubernur yakin Direksi BSG saat ini mampu mencapai target yang ditetapkan tahun 2026.
Apalagi, katanya, evaluasi tahun 2025, laba BSG sekitar Rp400 miliar.
Ia mengatakan, semua pemegang saham, seperti Pemerintah Daerah di Sulut maupun Gorontalo serta Bank Mega, optimistis kinerja BSG di tahun 2026 ini semakin baik, dengan memperhatikan pertumbuhan bisnis dan kualitas pelayanan.
Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Dr Joy Tulung mengatakan untuk meningkatkan laba, BSG harus memiliki strategi yang dapat dipertimbangkan, yakni diversifikasi produk dan layanan.
Mengembangkan produk perbankan baru dan meningkatkan layanan digital untuk menarik lebih banyak nasabah, efisiensi operasional yakni menekan biaya operasional melalui otomatisasi dan digitalisasi proses.
"Peningkatan kualitas kredit dengan memperketat analisis risiko kredit untuk meminimalisir kredit macet serta memperluas jangkauan layanan ke daerah potensial yang belum terlayani," katanya.
Sebelumnya, RUPSLB BSG telah menetapkan jajaran Komisaris dan Direksi BSG periode 2026-2031.
Untuk Komisaris Utama adalah Vicky Lumentut yang juga mantan Wali Kota Manado, serta lima komisaris lain Djafar Alkatiri, Jaclyn Koloay, Max Kembuan, Rania Riris Ismail dan Diane.
Kemudian, jajaran Direksi BSG yakni Dirut Revino Pepah, Direktur Operasional Louisa Parengkuan, Direktur Umum Joubert Dondokambey, Direktur Kredit Tetty Rampengan, Direktur Dana Rudiyanto Katili, Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin.