Kabut asap membuat dunia penerbangan alami kerugian
Kamis, 29 Oktober 2015 9:31 WIB
Manado, 29/10 (Antara) - Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran di sejumlah provinsi di Indonesia membuat dunia penerbangan mengalami kerugian.
"Kabut asap yang cukup tebal di beberapa provinsi di Indonesia membuat kami harus melakukan pembatalan penerbangan hingga beberapa hari," kata Direktur Komersial PT Citilink Indonesia Hans Nugroho di Manado, Kamis.
Hans mengatakan jika kabut asap cukup tebal akan mempengaruhi jarak pandang pilot dan juga bisa menyebabkan kerusakan pada mesin pesawat, sehingga penerbangan harus ditunda.
"Kami selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak seharusnya untuk terbang, maka Citilink tidak akan mengambil resiko tersebut," katanya.
Sejak terjadi kebakaran di Indonesia, membuat pihaknya menunda beberapa penerbangan dan ribuan penumpang juga tertunda keberangkatannya, sehingga diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp25 miliar.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Manado Deddy Irawan mengatakan yang pasti ada kerugian karena kabut asap tersebut bagi Garuda Indonesia.
"Namun untuk nominalnya tidak dapat kami sebutkan,yang jelas mengalami kerugian, karena kami harus membayar biaya parkir pesawat yang cukup lama dan bayar hotel untuk crew, belum lagi untuk penumpang," kata Deddy.
Dia mengatakan memang hal ini karena alam, namun tetap berharap kabut asap akan segera berakhir karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memadamkan api di sejumlah titik yang mengganggu lalu lintas penerbangan.***1***
"Kabut asap yang cukup tebal di beberapa provinsi di Indonesia membuat kami harus melakukan pembatalan penerbangan hingga beberapa hari," kata Direktur Komersial PT Citilink Indonesia Hans Nugroho di Manado, Kamis.
Hans mengatakan jika kabut asap cukup tebal akan mempengaruhi jarak pandang pilot dan juga bisa menyebabkan kerusakan pada mesin pesawat, sehingga penerbangan harus ditunda.
"Kami selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak seharusnya untuk terbang, maka Citilink tidak akan mengambil resiko tersebut," katanya.
Sejak terjadi kebakaran di Indonesia, membuat pihaknya menunda beberapa penerbangan dan ribuan penumpang juga tertunda keberangkatannya, sehingga diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp25 miliar.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Manado Deddy Irawan mengatakan yang pasti ada kerugian karena kabut asap tersebut bagi Garuda Indonesia.
"Namun untuk nominalnya tidak dapat kami sebutkan,yang jelas mengalami kerugian, karena kami harus membayar biaya parkir pesawat yang cukup lama dan bayar hotel untuk crew, belum lagi untuk penumpang," kata Deddy.
Dia mengatakan memang hal ini karena alam, namun tetap berharap kabut asap akan segera berakhir karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam memadamkan api di sejumlah titik yang mengganggu lalu lintas penerbangan.***1***
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jabar mengatakan kesejahteraan buruh dan industri harus adil
17 November 2021 14:53 WIB, 2021
Wakil Ketua MPR: mengatakan Revisi UU Kejaksaan akan sisipkan keadilan restoratif
04 November 2021 13:30 WIB, 2021
Gubernur Kepri:mengatakan Orang mengira Tanjung Pinang adalah Pangkal Pinang
04 November 2021 13:09 WIB, 2021
Wapres:mengatakan Penanganan COVID-19 di Indonesia masuk kategori terbaik
02 November 2021 13:34 WIB, 2021
Akademisi:mengatakan Penerapan keadilan restoratif mendesak untuk dilakukan
01 November 2021 13:09 WIB, 2021
Adik Gus Dur: mengatakan Deklarasi Bakti Nuswantara untuk kawal Pancasila
29 October 2021 14:34 WIB, 2021
Weliansyah : mengatakan Hasil buruk Semen Padang FC tanggungjawab saya
29 October 2021 12:42 WIB, 2021
Wapres: Mengatakan Kemiskinan tidak selesai hanya dengan memberikan bansos
22 October 2021 15:38 WIB, 2021
Anggota Komisi I:mengatakan "Data profiling" perlu diatur dalam RUU PDP
19 October 2021 13:16 WIB, 2021
TNI perbatasan: mengatakan Kerajinan tangan menenun warisan budaya bangsa
18 October 2021 8:52 WIB, 2021
Kepala Komite 1 DPD RI: mengatakan Kendala hukum surat ijo harus segera diatasi
13 October 2021 14:14 WIB, 2021