Manado (ANTARA) - Personel Yonzipur 19/Yudha Karya Nyata (YKN) memberi pembelajaran matematika gasing, sebuah metode baru pembelajaran matematika yang merupakan metode belajar matematika inovasi TNI AD, kepada siswa siswi Kelas VI SD N  1 Kolongan.  


Pada kegiatan tersebut melibatkan sejumlah personel pengajar masing-masing Serda Sadam Sopii, Serda Ivander Bukanaung dan 
Serda Edi Prayitno serta personel provost  Pratu Dimas Ramadhan.

 

AMP Personel Yonzipur 19/YKN beri pembelajaran matematika metode gasing kepada pelajar. SD Negeri 1 Kolongan. ANTARA/HO-Yonzipur 19/YKN (1)

 

Serda Sadam Sopii mengatakan bahwa materi matematika Gasing ini merupakan cara berhitung dengan metode yang lebih praktis dan efisien, sehingga para siswa dapat mengerjakan persoalan matematika dasar menjadi lebih cepat namun tidak membuat cara berhitung menjadi lebih sulit.

 Untuk materi yang diberikan pembelajaran metode gasing yaitu penjumlahan dan pengurangan dengan tanya jawab soal tentang materi tersebut.

Selanjutnya dilanjutkan dengan materi tanya jawab kepada siswa untuk memastikan bahwa para siswa benar-benar memahami matematika metode gasing ini.

Pada saat tersebut murid-murid memberikan respons positif dan senang karena metode yang diajarkan  sangat menyenangkan, asik dan mudah d pahami bagi murid-murid tersebut.

Antusiasme siswa dalam menerima materi sangat baik dan semangat. 

"Para murid sangat memahami apa lagi saat kita memberi soal mereka mengerjakannya dengan senang dan cepat," katanya.

Ia menambahkan selain itu, kami juga tak lupa memberi pemahaman wawasan sosial kepada para siswa," katanya.

Personel Yonzipur 19/YKN beri pembelajaran matematika metode gasing kepada pelajar. SD Negeri 1 Kolongan. ANTARA/HO-Yonzipur 19/YKN (1)

Kepala SD N 1 Kolongan Chintia Ingli Polii S.Pd, M.Pd menyambut baik dan senang kegiatan dengan adanya pembelajaran metode gasing ini.

'Memberikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut,' katanya.


Pewarta : Jorie MR Darondo
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2025