Manado (AntaraSulut) - Fakultas Teknobiologi, Universitas Katolik(Unika) Indonesia Atma Jaya peduli dengan potensi kelapa di Indonesia dengan menggelar International Youth Conference on Coconut with Special Reference on Biotechnology (IYCC) and Archipelago Coconut-Food Biotechnology Festival pada Senin, 4 Mei 2015 pukul 08.30 – 13.00 di Gedung Yustinus Lt. 15, Unika Atma Jaya. 
 
Konferensi internasional tentang kelapa ini bertujuan memperluas wawasan tentang potensi kelapa, manfaat kelapa bagi kesehatan, dan cara budidaya kelapa. Tema yang diambil adalah “Kelapa” dan “Indonesia”. “Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian kami terhadap bangsa. Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi mulai dari peremajaan bibit hingga pengolahan produk kelapa menjadi produk yang komersil. Harapannya dengan konferensi ini, bisa menggali potensi untuk pemanfaatan tanaman kelapa di Indonesia,” jelas Dr Diana Elizabeth Waturangi, M. Si, Dekan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya. 

Pembicara yang hadir adalah Dr. Uron N. Salum dan Dr. Pons Batugal dari Asia Pasific Coconut Community (APCC), Prof. Dr. Ir. Sudarsono dari Institute Pertanian Bogor (IPB),  Prof. Dr. F. G. Winarno (Bapak Teknologi Pangan Indonesia), Amadeus D. Ahnan, S.Si. (mahasiswa berprestasi Fakultas Teknobologi, Unika Atma Jaya 2014), serta kelompok mahasiswa mata kuliah Teknologi Pangan yang melakukan inovasi pangan berbahan dasar kelapa.

Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Ir. M.M. Lanny W. Pandjaitan, M.T mengatakan pangan berbahan dasar kelapa adalah potensial bagi pasar Indonesia. 

"Mahasiswa kami berhasil membuat inovasi kreatif pemanfaatan teknologi untuk memproduksi pangan berbahan dasar kelapa. Hal ini perlu untuk disebarluaskan kepada khalayak umum, agar mampu mengubah pola pikir dan gaya hidup sehat masyarakat untuk dapat memanfaatkan kelapa yang banyak tumbuh di Indonesia namun belum banyak di eksplorasi," kata Rektor Lanny. 

Indonesia memiliki areal kelapa terluas dan produsen kelapa terbesar di dunia yaitu 3,88 juta ha sedangkan produksi mencapai 3,2 juta ton, tahun 2010. Meskipun areal meningkat, tetapi produktivitas menurun. Maka, perlu untuk mendiskusikan tanaman kelapa, agar banyak pihak turut mengembangkan potensi kelapa. 

Selain acara diskusi, juga diselenggarakan Archipelago Coconut-Food Biotechnology Festival yaitu pameran mengenai kelapa, seperti kelapa kopyor atau Macapuno Coconut dari IPB, dan hasil inovasi pangan berbahan dasar kelapa dari mahasiswa Fakultas Teknobiologi, dari pukul 11.30 hingga 17.00 di Hall B, Unika Atma Jaya. Penamaan stan pun menyesuaikan tema, yaitu bernama pulau di Indonesia, seperti Bali, Jawa, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Sumatera.   

Acara ini didedikasikan dari Atma Jaya bagi bangsa. Hal ini selaras dengan tema perayaan Lustrum ‘Bertumbuh Bersama Bangsa’. “Sudah 55 tahun Atma Jaya terus berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi, semoga dengan semangat lustrum Atma Jaya dapat terus menghasilkan lulusan anak bangsa yang bermutu. Melalui konferensi internasional tentang kelapa ini, menjadi salah satu bentuk kegiatan untuk memberikan kualitas pengetahuan dan mengajak sivitas akademika untuk membangun bangsa. Kegiatan ini juga dalam rangka merayakan hari pendidikan nasional. Kami ingin terus berbagi dan berkontribusi bagi bangsa, semangat yang terinspirasi dari para pendiri terdahulu dan masih kami hidupi hingga saat ini,” jelas Steve Ginting, ketua Lustrum XI Atma Jaya.   

Tentang Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Unika Atma Jaya yang berdiri tanggal 1 Juni 1960 merupakan buah gagasan yang dibahas pada rapat para Uskup se-Jawa pada Juni 1952. Dalam pertemuan itu diutarakan kemungkinan pembentukan suatu perguruan tinggi Katolik di Indonesia. Di Jakarta gagasan itu terwujud sejak didirikannya Yayasan Atma Jaya oleh sekelompok cendekiawan muda Katolik pada tanggal 1 Juni 1960. Yayasan inilah yang kemudian mendirikan sebuah perguruan tinggi Katolik dengan nama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Mereka antara lain: Ir. J.P. Cho, Ir. Lo Siang Hien-Ginting, Drs. Goei Tjong Tik, I.J. Kasimo, J.B. Legiman, S.H., Drs. F.X. Seda, Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton M. Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, J.E. Tan, Ben Mang-Reng Say. Pada tahun-tahun awal, Unika Atma Jaya dibantu oleh para suster Ursulin, dengan menyediakan ruang kuliah di kompleks persekolahan Ursulin, di Jalan Lapangan Banteng Utara dan kompleks Santa Theresia, Menteng. Sejak tahun 1967, Atma Jaya berangsur-angsur menempati kampus di Jalan Sudirman yang terkenal dengan nama kampus Semanggi. Selanjutnya menempati kampus Pluit, di Jakarta Utara untuk Fakultas Kedokteran (FK), Rumah Sakit Atma Jaya (RSA), dan Rumah Duka Atma Jaya. 

Atma Jaya berarti Rohlah yang jaya. Roh yang jaya memberi semangat untuk selalu meningkatkan mutu pendidikan. Keunggulan akademis dan lulusan professional adalah orientasi utama. 

Kini, Unika Atma Jaya telah memiliki delapan fakultas dengan delapan belas program studi untuk program sarjana (S1) dan Program Pasca Sarjana dengan tujuh program magister: Magister Manajemen (MM) dan Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI) pada tahun 1992, Magister Profesi Psikologi pada 2005, Magister Bioteknologi pada 2011, Magister Sains Psikologi,  Magister Ilmu Hukum pada 2012 dan Magister Teknik Mesin pada 2013 serta satu program doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI) pada tahun 2002. Untuk program sarjana (S1): Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) berdiri pada tahun 1960, Fakultas Pendidikan dan Budaya (FPB) dan Fakultas Teknik (FT) tahun 1961, Fakultas Hukum (FH) tahun 1965, Fakultas Kedokteran (FK) tahun 1967, Fakultas Psikologi (FP) tahun 1992 dan Program Magister Profesi Psikologi tahun 2005, serta Fakultas Teknobiologi (FTb) tahun 2002. Seluruh aktivitas dilakukan di tiga pusat kegiatan:
• Kampus Semanggi sebagai Center for Nation Development (3,6 hektar) 
Mengembangkan beragam kajian yang sangat relevan dengan sinergi Bisnis-Pemerintah-Masyarakat
• Kampus Pluit sebagai Center for Health Development (4,2 hektar)
Menyelenggarakan pendidikan  Kedokteran yang unggul, berkualitas, dan bereputasi internasional melalui metode experiental learning hospital bersama Rumah Sakit Atma Jaya  
• Kampus BSD sebagai Center for Human Development di BSD (20 hektar) 
Berfokus pada pengembangan dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai penerus bangsa

Atma Jaya tumbuh dengan mendasarkan pada nilai-nilai
• Kristiani (Christianity)
Iman Katolik sebagai landasan seluruh proses. 
• Unggul (Excellence)
Motivasi untuk senantiasa menjadi lembaga unggulan dan terdepan pada bidang ilmiah, yang memberikan akses pada semua orang untuk mengabdi pada kepentingan publik. 
• Profesional (Professional)
Sebuah praktik atau pendekatan untuk pelaksanaan tugas dengan mempromosikan prinsip tata kelola yang baik untuk memastikan kualitas. 
• Peduli (Care) 
Kepedulian terhadap martabat manusia dan kesejahteraan sosial adalah orientasi dasar menuju terwujudnya nilai-nilai Kristiani yang disertai dengan kompetensi profesional unggul. 

Berbagai penghargaan diraih oleh Unika Atma Jaya. Tahun 2010,  menjadi salah satu dari Indonesian best 50 promising universities dengan prestasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diakui secara nasional maupun internasional. Juara Umum PTS Bersih Narkoba 2014, predikat dari BNN dan Kemenpora. PTS Unggulan 2012 dan 2013 bidang Penjaminan Mutu, Budaya Akademik, Pembinaan Dosen Tetap, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, serta Pembinaan Mahasiswa.


Informasi lebih lanjut hubungi:

Public Relations Lustrum Atma Jaya
Dr. Dorien Kartikawangi 
Phone: 081212224942
Email: dorien.kartika@atmajaya.ac.id


Pewarta :
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024