Semarang, 29/4 (Antara) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dana-dana BUMN di perbankan dapat dimaksimalkan untuk pembiayaan pembangunan terutama infrastruktur.

"Dua bulan lalu saya kumpulkan bank yang punya duit besar tapi hanya disimpan saja dengan bunga yang kecil," kata Jokowi ketika mencanangkan Program Sejuta Rumah di Semarang, Rabu.

 Ia menyebutkan perlu langkah terobosan untuk dapat merealisasikan pembangunan termasuk rumah untuk masyarakat.

"Banyak yang tanya apa sejuta rumah bisa diwujudkan dalam setahun," katanya.

         Ia menyebutkan, kalau dengan upaya biasa maka 200.000 unit rumah pun akan susah direalisasikan.

         Presiden mencontohkan dana BPJS Kesehatan di bank mencapai Rp180 tiliun tapi yang bisa digunakan untuk membangun rumah hanya lima persen.

         "Setelah saya kumpulkan tanya berapa sebesar-besarnya yang bisa digunakan misal 40 persen, duit itu juga bukan ilang," katanya.

         Ia menyebutkan di Malaysia, Dana Tabung Haji bisa digunakan untuk keperluan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

         "Ini tidak pernah kita lakukan bertahun-tahun," katanya.

         Ia mengakui dengan jumlah uang besar itu dulu memang banyak kasus korupsi sehingga dikunci tidak bisa digunakan untuk keperluan lain.

         "Ini harusnya bisa dipakai dengan pengawaasan ketat. Ini yang akan diubah. Itu baru BPJS kesehatan belum BUMN lain," katanya.

         Ia menyebutkan jika ditotal seluruh dana itu mencapai sekitar Rp430 triliun.

         "Kalau regulasi mendukung, itu bisa untuk bangun rumah, tidak tergantung Kementerian PUPR. Ini terobosan yang bisa dilakukan," katanya.

         Menurut dia, infrastruktur juga akan dibangun termasuk
jalan-jalan, termasuk jalan tol Trans Sumatera dari Lampung ke Aceh.

         "Besok pagi pembangunannya dimulai, besok saya ke sana," katanya.

         Presiden menyebutkan saat ini banyak proyek pembangunan yang belum terlaksana padahal sudah direncanakan dari puluhan tahun lalu.

         "Misalnya MRT di Jakarta sudah 26 tahun tidak dikerjakan hanya tidak berani memutuskan. Tahun ini kita juga mulai bangun kereta cepat, dari mana ke mana, itu masih rahasia," katanya. ***3***

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024