Australia bngun AMPI enam lokasi di Minut
Selasa, 13 Januari 2015 20:17 WIB
Minahasa Utara, (ANTARA Sulut) - Sanitation Australia Indonesia Infrastructure Grants (SAIIG) membangun proyek perbaikan sanitasi air Minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) di enam lokasi di Kabupaten Minahasa Utara.
"Sejak 2014 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ada komitmen memperbaiki sanitasi sehingga kami bekerja sama dengan SAIIG sebagai konsultan profesional di bidang sanitasi lingkungan," kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Minahasa Utara Hanny Tambani di Airmadidi, Selasa.
Tambani mengatakan, awal 2015 kegiatan tersebut sudah berjalan.
"Konsultan SAIIG mengawal dan membantu Pemkab Minut dalam menyusun Detail Engineering Design (DED)," katanya.
Dia mengatakan, SAIIG akan mendampingi pembangunan serta mendata awal lokasi rawan sanitasi.
"Dana tersebut sudah diplot dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Minahasa Utara Tahun 2015 sebanyak Rp3 miliar untuk membangunan sanitasi di enam lokasi yakni Perum Agape, Perum Airmadidi Permai, Perum Korpri I dan II, Perum Viola Village dan Perum Pesona Lestari," katanya.
Perbaikan sanitas tersebut menurut Tambani, bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, hal itu dikarenakan perbaikan selokan dengan penggunaan pipa membuat saluran limbah jadi tidak berbau dan ini berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
"Ini adalah kerja sama lintas SKPD di Pemkab Minut yang turut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pendayagunaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Bappelitbang serta Dinas Perhubungan (Dishub)," ujarnya.
Pada pengerjaan tahap pertama lanjut, Tambani perbaikan dilakukan pada 750 pipa sambungan rumah.
"Satu sambungan membutuhkan anggaran Rp4 juta," kata Tambani.
"Sejak 2014 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara ada komitmen memperbaiki sanitasi sehingga kami bekerja sama dengan SAIIG sebagai konsultan profesional di bidang sanitasi lingkungan," kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Minahasa Utara Hanny Tambani di Airmadidi, Selasa.
Tambani mengatakan, awal 2015 kegiatan tersebut sudah berjalan.
"Konsultan SAIIG mengawal dan membantu Pemkab Minut dalam menyusun Detail Engineering Design (DED)," katanya.
Dia mengatakan, SAIIG akan mendampingi pembangunan serta mendata awal lokasi rawan sanitasi.
"Dana tersebut sudah diplot dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Minahasa Utara Tahun 2015 sebanyak Rp3 miliar untuk membangunan sanitasi di enam lokasi yakni Perum Agape, Perum Airmadidi Permai, Perum Korpri I dan II, Perum Viola Village dan Perum Pesona Lestari," katanya.
Perbaikan sanitas tersebut menurut Tambani, bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, hal itu dikarenakan perbaikan selokan dengan penggunaan pipa membuat saluran limbah jadi tidak berbau dan ini berpengaruh pada kesehatan masyarakat.
"Ini adalah kerja sama lintas SKPD di Pemkab Minut yang turut melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Pendayagunaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Bappelitbang serta Dinas Perhubungan (Dishub)," ujarnya.
Pada pengerjaan tahap pertama lanjut, Tambani perbaikan dilakukan pada 750 pipa sambungan rumah.
"Satu sambungan membutuhkan anggaran Rp4 juta," kata Tambani.
Pewarta : Oleh Melky Rudolf Tumiwa
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Menlu Retno Marsudi desak dunia bekerja keras tangani isu air global
07 November 2024 9:57 WIB, 2024
Bappenas: Ketersediaan air minum dan sanitasi syarat untuk capai Visi 2045
25 May 2022 12:08 WIB, 2022
Terpopuler - Sulut Update
Lihat Juga
Peringatan Merah Putih, Gubernur: Jangan biarkan api patriotisme ini redup
15 February 2026 5:17 WIB