Manado, 17/12 (AntaraSulut) - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendorong pengembangan pengolahan sabun berbahan baku kelapa dalam upaya penciptaan nilai tambah produk turunan kelapa.

"Sabun berbahan baku buah kelapa diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan komoditas berkualitas baik," kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara Benny Nongkan di Manado, Rabu.

Benny mengatakan tahun ini pihaknya fokus menambah produk turunan kelapa melalui pengembangan sabun terbuat dari bahan baku produk perkerkebunan tersebut.

"Kami sementara proses pembuatan sabun padat maupun cair menggunakan bahan baku kelapa yang cukup tersedia di daerah ini," katanya.

Dia mengatakan, sabun dari bahan baku kelapa ini hasilnya bening dengan kualitas sama dengan sabun yang dijual di pasar tradisioanl maupun swalayan.

"Untuk tahap awal pemasarannya, akan dijual dulu di Provinsi Sulut seperti di hotel-hotel, restoran maupun swalayan dengan tujuan agar yang menikmati pertama adalah masyarakat kita sendiri," jelas Benny.

Staf Ahli Pemerintah Provinsi Sulut Ellen Pakasi mengatakan sabun padat dengan bahan baku dari alam merupakan sabun natural karena produk itu berbahan alami yang masih belum terlalu banyak di pasaran.

"Artinya, pasarnya masih sangat terbuka. Selain itu, sabun sudah merupakan kebutuhan manusia sehari-hari, sehingga akan selalu dicari," kata Ellen.

Berbeda dengan sabun biasa, katanya, sabun natural tidak mengandung deterjen, dan tidak menyebabkan kulit kering. Sebaliknya, bisa melembutkan kulit. Selain itu, busa yang dihasikan tidak merusak lingkungan.

"Sabun dari kelapa ini juga akan dipadukan dengan buah-buahan sehingga aromanya lebih segar dan menarik untuk dibeli," ungkap Ellen.***2***



(T.KR-NCY/B/G004/G004) 17-12-2014 21:31:23

Pewarta : Oleh Nancy Lynda Tigauw
Editor :
Copyright © ANTARA 2026