Dinkes: Januari hingga April 106 warga Sangihe terjangkit DBD
Sabtu, 30 April 2022 19:46 WIB
Kadis Kesehatan Kabupaten Sangihe, Handry Pasandaran. ANTARA/Jerusalem Mendalora
Sangihe, Sulut (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Handry Pasandaran mengatakan, sejak bulan Januari sampai dengan April 2022, ada 106 orang di daerah itu yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Tahun 2022 ini sudah ada 106 orang warga Kabupaten Sangihe yang terjangkit DBD," kata Handry Pasandaran di Tahuna, Sabtu.
Menurut dia, pada bulan Januari ada kasus 40, Februari 37 kasus dan bulan Maret 29 kasus sedangkan April belum ada kasus yang terdata di Dinas Kesehatan.
"Dari 106 kasus tersebut, dua pasien orang meninggal dunia pada bulan Januari 2022," kata dia.
Dinas Kesehatan kata dia, telah melaksanakan pengasapan atau fogging di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna.
Dia juga meminta agar semua masyarakat membersihkan lingkungan masing-masing agar tidak ada tempat bagi nyamuk untuk bertelur.
"Kalau semua warga melakukan program 3M yaitu menguras dan membuang serta menutup tempat air maka nyamuk penyebab demam berdarah tidak dapat berkembang," kata dia.
Dia juga mengimbau apabila ada anggota keluarga yang menderita demam agar segera berobat di fasilitas kesehatan terdekat.
"Kalau ada anggota keluarga yang sakit demam agar segera berobat di fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tahan di rumah," kata dia.
"Tahun 2022 ini sudah ada 106 orang warga Kabupaten Sangihe yang terjangkit DBD," kata Handry Pasandaran di Tahuna, Sabtu.
Menurut dia, pada bulan Januari ada kasus 40, Februari 37 kasus dan bulan Maret 29 kasus sedangkan April belum ada kasus yang terdata di Dinas Kesehatan.
"Dari 106 kasus tersebut, dua pasien orang meninggal dunia pada bulan Januari 2022," kata dia.
Dinas Kesehatan kata dia, telah melaksanakan pengasapan atau fogging di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna.
Dia juga meminta agar semua masyarakat membersihkan lingkungan masing-masing agar tidak ada tempat bagi nyamuk untuk bertelur.
"Kalau semua warga melakukan program 3M yaitu menguras dan membuang serta menutup tempat air maka nyamuk penyebab demam berdarah tidak dapat berkembang," kata dia.
Dia juga mengimbau apabila ada anggota keluarga yang menderita demam agar segera berobat di fasilitas kesehatan terdekat.
"Kalau ada anggota keluarga yang sakit demam agar segera berobat di fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tahan di rumah," kata dia.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Honda menyatu dengan aktivitas warga lewat "Honda Bapontar" di Pasar Tanoyan
29 January 2026 5:42 WIB
Gibran turun langsung tinjau banjir dan minta prioritaskan kesehatan warga
19 January 2026 19:33 WIB
Personel Polda Sulut bersihkan rumah warga terdampak banjir bandang Pulau Siau Sitaro
09 January 2026 5:37 WIB
Terpopuler - Kabupaten Sangihe
Lihat Juga
Dihadiri Wagub Sulut, Bupati Sangihe: Tulude momentum pererat persaudaraan
31 January 2026 19:38 WIB