Penyelenggara pastikan BTS tak tampil dalam upacara pelantikan Presiden Korsel
Selasa, 12 April 2022 8:54 WIB
Grup idola K-pop BTS (twitter.com/bts_bighit)
Jakarta (ANTARA) - Superstar K-pop BTS tidak akan diundang untuk tampil di upacara pelantikan Presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol, menurut keterangan ketua panitia pelantikan pada Senin.
Berita tersebut datang sebagai respon atas reaksi para penggemar yang mengkritik dan meminta agar BTS tak dipolitisasi. Sebelumnya, panitia persiapan pelantikan telah mempertimbangkan untuk mengundang BTS agar tampil pada upacara pelantikan di halaman Majelis Nasional pada 10 Mei.
"Kami yakin tidak akan cocok untuk mengundang BTS kali ini," kata ketua panitia acara pelantikan Park Joo-sun dalam jumpa pers di Korea Selatan, dikutip dari Yonhap, Senin.
Baca juga: HYBE minta Majelis Nasional keputusan soal kemungkinan pembebasan militer BTS
Ia menambahkan bahwa presiden terpilih ingin mengadakan upacara sederhana yang mempromosikan persatuan nasional bersama dengan anak-anak, populasi rentan, dan bintang yang kurang dikenal.
"Apalagi dengan anggaran yang terbatas untuk acara peresmian, mungkin sulit untuk mengundang bintang idola global, seperti BTS, jadi kami memutuskan untuk tidak mengundang mereka kali ini," katanya.
Park berharap akan ada kesempatan untuk mengundang BTS ke acara mendatang yang lebih sesuai dengan status dan ketenaran grup tersebut.
Baca juga: Jungkook siap tampil di Grammy setelah pulih dari COVID-19
Dia juga menolak anggapan upacara pelantikan sebagai "acara politik", dengan mengatakan bahwa upacara tersebut merupakan acara kenegaraan yang diatur oleh undang-undang.
Ketika ditanya apakah mantan Presiden Park Geun-hye akan diundang ke upacara pelantikan, ketua komite mengatakan keputusan itu akan tergantung pada hasil pertemuan antara Yoon dengan Park yang direncanakan diadakan pada Selasa (12/4).
Ketua komite mengatakan berbagai pejabat asing telah mengindikasikan keinginan mereka untuk menghadiri upacara dan persiapan sedang dilakukan untuk mengundang mereka.
Berita tersebut datang sebagai respon atas reaksi para penggemar yang mengkritik dan meminta agar BTS tak dipolitisasi. Sebelumnya, panitia persiapan pelantikan telah mempertimbangkan untuk mengundang BTS agar tampil pada upacara pelantikan di halaman Majelis Nasional pada 10 Mei.
"Kami yakin tidak akan cocok untuk mengundang BTS kali ini," kata ketua panitia acara pelantikan Park Joo-sun dalam jumpa pers di Korea Selatan, dikutip dari Yonhap, Senin.
Baca juga: HYBE minta Majelis Nasional keputusan soal kemungkinan pembebasan militer BTS
Ia menambahkan bahwa presiden terpilih ingin mengadakan upacara sederhana yang mempromosikan persatuan nasional bersama dengan anak-anak, populasi rentan, dan bintang yang kurang dikenal.
"Apalagi dengan anggaran yang terbatas untuk acara peresmian, mungkin sulit untuk mengundang bintang idola global, seperti BTS, jadi kami memutuskan untuk tidak mengundang mereka kali ini," katanya.
Park berharap akan ada kesempatan untuk mengundang BTS ke acara mendatang yang lebih sesuai dengan status dan ketenaran grup tersebut.
Baca juga: Jungkook siap tampil di Grammy setelah pulih dari COVID-19
Dia juga menolak anggapan upacara pelantikan sebagai "acara politik", dengan mengatakan bahwa upacara tersebut merupakan acara kenegaraan yang diatur oleh undang-undang.
Ketika ditanya apakah mantan Presiden Park Geun-hye akan diundang ke upacara pelantikan, ketua komite mengatakan keputusan itu akan tergantung pada hasil pertemuan antara Yoon dengan Park yang direncanakan diadakan pada Selasa (12/4).
Ketua komite mengatakan berbagai pejabat asing telah mengindikasikan keinginan mereka untuk menghadiri upacara dan persiapan sedang dilakukan untuk mengundang mereka.
Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nayeon TWICE: Tidak ada kata terlambat untuk debut sebagai penyanyi solo
25 June 2022 12:40 WIB, 2022
Yoon Doo-joon kembali tampil di serial komedi baru "Never Give Up" usai wamil
10 May 2022 11:27 WIB, 2022
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Menteri Pariwisata lapor Presiden kenaikan wisman dalam 100 hari kerja
05 February 2025 18:06 WIB, 2025