Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, minta masyarakat mewaspadai bencana kebakaran selama Ramadhan 1443 Hijriah karena kegiatan untuk memasak yang dilakukan masyarakat meningkat.

"Kami harap warga tetap waspada kebakaran itu dan perhatikan setelah memasak agar mematikan kompor maupun tungku kayu khususnya usai makan sahur," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby R Pratama, di Lebak, Selasa.
 

Pengalaman Ramadhan tahun lalu kebakaran dipicu kompor lupa dimatikan apinya juga tungku yang di atasnya terdapat kayu bakar dan jika ditinggalkan bisa menimbulkan api ke kayu yang ada di atas tungku itu.

Saat ini, masyarakat pedalaman Kabupaten Lebak untuk kegiatan memasak masih menggunakan tungku.
 
 
Selama bulan suci Ramadhan dipastikan warga memasak makanan cenderung meningkat, terlebih untuk persiapan makan untuk berbuka puasa maupun sahur.  Masyarakat harus mengingatkan untuk mematikan terlebih dahulu kompor maupun tungku kayu bakar. Ia bilang, biasanya memasak pada dini hari itu kerap kali warga lupa untuk mematikan kompor atau tungku kayu bakar sehingga memicu  kebakaran.
 
"Kami pada hari ketiga puasa Ramadhan belum menerima laporan adanya kebakaran namun tetap waspada," katanya.
 
 
Ia mengatakan, mereka bersama tim petugas DInas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak berkordinasi untuk penanganan kebakaran selama Ramadhan.
 
BPBD Lebak juga menyiagakan personel dan relawan untuk melakukan evakuasi jika terjadi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Para relawan tangguh itu mampu memadamkan kebakaran dengan menggunakan peralatan yang sudah disiagakan karena mereka sudah terlatih untuk melakukan evakuasi kebakaran permukiman warga.
 
 
Selain itu juga dipersiapkan kendaraan damkar, pakaian anti api guna melakukan evakuasi di lokasi bencana kebakaran. Mereka petugas relawan siaga guna mengurangi resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa. "Kami minta warga tetap waspada kebakaran selama Ramadhan dan jangan lupa setelah memasak diperhatikan kompor dan tungku kayu bakar itu," katanya.
 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024