Jakarta, (Antara Sulut) - Menneg BUMN Dahlan Iskan menjelaskan soal kecelakaan mobil listrik kepada Koordinator BUMN Care Budi Purnomo Karjodihardjo, Sabtu (5/1) untuk disebarluaskan kepada pers. Berikut penjelasannya :

[1]. Waktu naik dari Solo ke Tawangmangu dan sampai ke puncak saya bangga sekali. Mobil ini luar biasa kemampuannya menanjak. Melebihi mobil biasa. Waktu turun tajam dari Cemorosewu ke Sarangan remnya juga tdk masalah. Begitu melewati penurunan di Plaosan, rem tidak berfungsi. Mobil menggelinding kian cepat. 

[2]. Sy harus berpikir cepat. Saya sadar sepenuhnya apa yg harus saya lakukan. Kalau panik mobil bisa liar dan menghantam sana-sini karena jalan dalam keadaan ramai. Lalu saya lihat de depan sana ada tebing. Sy lsg berpikir akan sy tabrakkan mobil ini ke tebing gunung. Sy tahu resikonya saya bisa mati, tapi itu yg terbaik yg bisa sy lakukan. Braaaaakkkk, mobil hancur, lalu mental nyenggol tiang listrik dan kemudian mengenai mobil Panther yg berhenti dekat situ. 

[3]. Sy tersadar. Lalu meraba kepala, wajah dan leher. Tidak ada yg luka. Rambut dan wajah penuh bubuk kaca. Sy raba tangan tidak apa2. Sy gerakkan kaki tidak masalah. Karena atap mobil yg terbuat dari kaca hancur sy lsg teriak apakah penumpang Panther ada masalah? Mereka turun dari Panther dan mengatakan sama sekali tidak masalah. Lalu sy pelan2 keluar dari mobil. Masyarakat sdh merubung. Seorang ibu tua menangis lalu merangkul saya.

Demikianlah fakta2 dan kejadian dan kisah yang langsung disampaikan Menteri BUMN  Dahlan Iskan kepada saya. Terima kasih.

Wassalam
Budi Purnomo Karjodihardjo,
Koordinator. BUMN Care.

Pewarta : Antara Sulut
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2024