Polisi masih menganalisis hasil olah TKP tabrak lari di Cilandak
Senin, 15 November 2021 12:04 WIB
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Edi Supriyanto saat memberikan keterangan di Jalan Raya Fatmawati, Senin (15/11/2021). ANTARA/Sihol Hasugian
Manado (ANTARA) - Kepolisian masih menganalisis hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tabrak lari yang menewaskan seorang warga di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Edi Supriyanto mengatakan, pihaknya juga masih memeriksa CCTV yang ada di sepanjang lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan sehingga dapat mengungkap identitas pelaku.
"Masih dianalisis, hasilnya belum dikeluarkan. Belum, kita karena belum bisa melihat dari hasil, nanti kita lihat dulu. Karena yang melaksanakan dari Subdit Gakkum, nanti kita akan koordinasi," katanya saat ditemui di Jalan Fatmawati, Senin.
Edi mengungkapkan, pihaknya belum dapat menemukan CCTV yang memperlihatkan secara jelas identitas dari pelaku.
Tidak hanya itu, polisi juga belum mendapatkan keterangan saksi yang melihat peristiwa itu di lokasi kejadian sehingga menyulitkan proses penyelidikan.
"Kalaupun ada, dia (saksi) tidak meyakini kendaraan-kendaraan yang melintas saat itu. Karena pada saat kejadian masih relatif pagi, jadi orang belum beraktivitas," kata dia.
Edi menambahkan, pihaknya akan menjamin keselamatan dan keamanan pelaku apabila yang bersangkutan menyerahkan diri ke pihak kepolisian
"Atas nama kemanusiaan saya bermohon untuk keselamatan dan keamanan saya jamin," kata dia.
Kepolisian pada Sabtu (6/11) menggunakan alat "3D Laser Scanner" untuk olah TKP
mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan korban tersebut.
Pemindaian tiga dimensi (3D) Laser Scanner itu digunakan untuk mencoba melihat dan membuat analisa pada saat sebelum, saat terjadi, serta sesudah terjadi kejadian.
Selain menggunakan alat tersebut, pihaknya juga meminta sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap identitas pelaku.
Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka pelaku tabrak lari yang menewaskan pria berinisial AK (45) di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
"Sudah kita gelar perkara, untuk statusnya si penabrak kita sudah statuskan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 310 ayat 4 juncto 312 karena melarikan diri," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi, Jumat.
Kejadian tabrak lari itu berawal saat kendaraan jenis pikap yang belum diketahui nomor polisinya, melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Raya Pangeran Antasari Cilandak pada Senin (1/11) sekitar pukul 04.38 WIB.
Saat itu, korban berinisial AK (45) melintas di pinggir jalan terserempet hingga terpental dan kepalanya membentur tiang beton MRT. Korban meninggal dunia di tempat, sedangkan kendaraan pikap kabur dari lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Edi Supriyanto mengatakan, pihaknya juga masih memeriksa CCTV yang ada di sepanjang lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan sehingga dapat mengungkap identitas pelaku.
"Masih dianalisis, hasilnya belum dikeluarkan. Belum, kita karena belum bisa melihat dari hasil, nanti kita lihat dulu. Karena yang melaksanakan dari Subdit Gakkum, nanti kita akan koordinasi," katanya saat ditemui di Jalan Fatmawati, Senin.
Edi mengungkapkan, pihaknya belum dapat menemukan CCTV yang memperlihatkan secara jelas identitas dari pelaku.
Tidak hanya itu, polisi juga belum mendapatkan keterangan saksi yang melihat peristiwa itu di lokasi kejadian sehingga menyulitkan proses penyelidikan.
"Kalaupun ada, dia (saksi) tidak meyakini kendaraan-kendaraan yang melintas saat itu. Karena pada saat kejadian masih relatif pagi, jadi orang belum beraktivitas," kata dia.
Edi menambahkan, pihaknya akan menjamin keselamatan dan keamanan pelaku apabila yang bersangkutan menyerahkan diri ke pihak kepolisian
"Atas nama kemanusiaan saya bermohon untuk keselamatan dan keamanan saya jamin," kata dia.
Kepolisian pada Sabtu (6/11) menggunakan alat "3D Laser Scanner" untuk olah TKP
mengungkap kasus tabrak lari yang menewaskan korban tersebut.
Pemindaian tiga dimensi (3D) Laser Scanner itu digunakan untuk mencoba melihat dan membuat analisa pada saat sebelum, saat terjadi, serta sesudah terjadi kejadian.
Selain menggunakan alat tersebut, pihaknya juga meminta sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap identitas pelaku.
Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka pelaku tabrak lari yang menewaskan pria berinisial AK (45) di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
"Sudah kita gelar perkara, untuk statusnya si penabrak kita sudah statuskan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 310 ayat 4 juncto 312 karena melarikan diri," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi, Jumat.
Kejadian tabrak lari itu berawal saat kendaraan jenis pikap yang belum diketahui nomor polisinya, melaju dari arah selatan ke utara di Jalan Raya Pangeran Antasari Cilandak pada Senin (1/11) sekitar pukul 04.38 WIB.
Saat itu, korban berinisial AK (45) melintas di pinggir jalan terserempet hingga terpental dan kepalanya membentur tiang beton MRT. Korban meninggal dunia di tempat, sedangkan kendaraan pikap kabur dari lokasi kejadian.
Pewarta : Sihol Mulatua Hasugian
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dari pemula hingga profesional: MyTelkomsel Super App sebagai partner lari terbaik
28 September 2024 19:07 WIB, 2024
Atlet Norwegia, Jakob Ingebrigtsen juara lari 5.000 meter putra Olimpiade Paris
11 August 2024 7:27 WIB, 2024
McLaughlin-Levrone pecahkan rekor dunia lari gawang 400 m Olimpiade 2024
09 August 2024 16:12 WIB, 2024
Atlet lari Indonesia Zohri matangkan teknik sebelum laga Olimpiade Paris
31 July 2024 11:27 WIB, 2024