SKK Migas: TKDN hulu migas mencapai 58 persen
Kamis, 21 Oktober 2021 13:27 WIB
Tangkapan layar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Forum Kapasitas Nasional 2021, Kamis (21/10/2021). (ANTARA/Youtube Humas SKK Migas)
Manado (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor hulu migas hingga triwulan ketiga 2021 telah mencapai 58 persen.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam gelaran Forum Kapasitas Nasional 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis, menjelaskan kontribusi tersebut meraup sekitar Rp23 triliun dari total nilai kontrak barang dan jasa yang diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS atau setara Rp39 triliun.
"Sampai triwulan III 2021, komitmen TKDN hulu migas sudah mencapai 58 persen dengan nilai kontrak barang dan jasa diperkirakan sekitar Rp39 triliun. Dengan demikian, yang bisa diserap rekan-rekan pengusaha dalam negeri sekitar Rp23 triliun," katanya.
Dwi mengatakan capaian komitmen TKDN itu telah melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 50 persen. Ia meyakini realisasinya akan melebihi komitmen lantaran akan ada penalti jika realisasinya di bawah komitmen.
"Untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sangat teramat peduli terhadap TKDN dan komitmennya untuk merealisasikan," ujarnya.
Mantan Direktur Utama Pertamina itu menuturkan, sebagaimana arahan pemerintah, industri migas tidak hanya sekadar sebagai sumber energi dan bahan baku industri ataupun sumber penerimaan negara, namun juga harus menjadi lokomotif penggerak perekonomian nasional dengan menciptakan dampak ganda dan meningkatkan kapasitas nasional.
Sektor hulu migas juga terus berupaya berkontribusi dalam penerimaan negara di tengah kondisi pandemi, di mana hingga triwulan III 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai 9,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp133 triliun.
"Diperkirakan sampai akhir tahun 2021 penerimaan ini akan bisa mencapai 11,7 miliar dolar AS atau Rp163 triliun," ujar Dwi.
Menurut Dwi, dengan capaian tersebut, sektor hulu migas menjadi salah satu sektor yang cukup signifikan sebagai sumber penerimaan negara tahun 2021 ini khususnya dari aspek perpajakan.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam gelaran Forum Kapasitas Nasional 2021 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis, menjelaskan kontribusi tersebut meraup sekitar Rp23 triliun dari total nilai kontrak barang dan jasa yang diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS atau setara Rp39 triliun.
"Sampai triwulan III 2021, komitmen TKDN hulu migas sudah mencapai 58 persen dengan nilai kontrak barang dan jasa diperkirakan sekitar Rp39 triliun. Dengan demikian, yang bisa diserap rekan-rekan pengusaha dalam negeri sekitar Rp23 triliun," katanya.
Dwi mengatakan capaian komitmen TKDN itu telah melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 50 persen. Ia meyakini realisasinya akan melebihi komitmen lantaran akan ada penalti jika realisasinya di bawah komitmen.
"Untuk itu kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang sangat teramat peduli terhadap TKDN dan komitmennya untuk merealisasikan," ujarnya.
Mantan Direktur Utama Pertamina itu menuturkan, sebagaimana arahan pemerintah, industri migas tidak hanya sekadar sebagai sumber energi dan bahan baku industri ataupun sumber penerimaan negara, namun juga harus menjadi lokomotif penggerak perekonomian nasional dengan menciptakan dampak ganda dan meningkatkan kapasitas nasional.
Sektor hulu migas juga terus berupaya berkontribusi dalam penerimaan negara di tengah kondisi pandemi, di mana hingga triwulan III 2021, penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai 9,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp133 triliun.
"Diperkirakan sampai akhir tahun 2021 penerimaan ini akan bisa mencapai 11,7 miliar dolar AS atau Rp163 triliun," ujar Dwi.
Menurut Dwi, dengan capaian tersebut, sektor hulu migas menjadi salah satu sektor yang cukup signifikan sebagai sumber penerimaan negara tahun 2021 ini khususnya dari aspek perpajakan.
Pewarta : Ade irma Junida
Editor : Guido Merung
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Indonesia percepat teknologi EOR dan migas non-konvensional
22 February 2022 10:29 WIB, 2022
SKK Migas membidik investasi lewat konvensi internasional minyak dan gas
17 November 2021 13:02 WIB, 2021
SKK Migas meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Sorong
02 November 2021 12:48 WIB, 2021
SKK Migas mencatat ada 16 KKKS berhasil lampaui target lifting migas
25 October 2021 14:08 WIB, 2021
SKK Migas-KKKS beri bantuan sembako kepada masyarakat terdampak COVID-19
25 October 2021 10:11 WIB, 2021
Luhut meminta sektor migas utamakan pertumbuhan industri dalam negeri
21 October 2021 12:26 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sempat temuan di Manado, Mentan kawal ketat pembibitan hingga hilirisasi perkebunan
20 May 2026 10:58 WIB