Manado, (Antara Sulut) - Ikan raja laut coelacanth dengan nama "latin latimeria manadoensis" ditetapkan sebagai ikon wisata Kota Manado oleh para budayawan dan pakar sejarah daerah itu.

"Coelacanth ditetapkan sebagai ikon  wisata kita dengan 'branding' dive Manado, oleh peneliti dan budayawan Sulut melalui sebuah diskusi dan panel diskusi selama satu hari," kata Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan, di Manado, Jumat.

Mangindaan mengatakan, ikan raja laut  ini dipilih karena ada nama manadoensis yang menunjuk ke Manado dan menjadi kekhasan yang sudah pasti bersifat abadi.

Kepala Dinas Pariwisata Manado Pieter Assa mengatakan, nama ikan ini menjadi ikon wisata karena masuk golongan hewan purba yang bertahan hidup sampai sekarang dengan sejumlah keunikan yang dimilikinyam.

"Ikan raja laut ini punya delapan sirip yang menunjuk ke delapan etnis di Sulut, juga bermata hijau yang kami terjemahkan sebagai pandangan jauh ke depan dan berwawasan hijau untuk kelestarian lingkungan," kata Assa.

Mengenai dive Manado, Assa mengatakan, hal itu berarti menyelami kebiasaan di Manado, budaya di budaya, kuliner di Manado dan semua hal yang berkaitan dengan kota dan masyarakat Manado.

Karena itu, Assa mengatakan, akan segera menyampailan hal ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat untuk dibahas dan ditetapkan sebagai perda atau minimal untuk sementara waktu akan ditetapkan dengan SK Wali Kali Kota.

Freddy Wowor mengatakan bahwa Manado memilki sebuah museum hidup, yakni Pulau Manado Tua, dimana kota ini berasal dan harus menjadi sebuah ingatan yang abadi dan melekat terus sebagai hal yang khas  Manado.

Pewarta : Joice Bukarakombang
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026