Bolaang Mongondow Selatan (ANTARA) - Banjir terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah itu sejak Rabu (8/9) sore.

"Pagi ini dari pantauan BPBD dan relawan, semua sungai yang ada permukaan airnya sudah naik bahkan ada yang sudah meluap dan airnya masuk ke permukiman penduduk," sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Daanan Mokodompit di Manado, Kamis.

Khusus di Kecamatan Pinolosian Tengah ada lima desa yang permukimannya terendam air yaitu Desa Mataindo, Mataindo Utara, Torosik, Tobayagan dan Tobayagan Selatan.

"Air yang menggenangi permukiman penduduk setinggi lutut orang dewasa hingga pinggang," katanya.

BPBD kata dia, belum bisa memastikan apakah semua kecamatan terdampak banjir karena jalur transportasi roda dua dan empat tidak bisa melintas.

Begitupun dengan sambungan telekomunikasi yang belum terhubung sehingga personel BPBD ataupun relawan masih harus menunggu hujan reda dan jalan bisa dilintasi.

"Mungkin pada sebentar sore sudah ada informasi desa-desa mana yang terdampak termasuk tingkat kerusakannya. Kami juga masih mendata permukiman yang terdampak di Pinolosian Tengah," jelasnya.



Selain Pinolisian tengah, banjir juga berdampak di Kecamatan Pinolosian, Pinolosian Timur serta Posigagang.

"Kami berharap pemerintah desa dan masyarakat tidak panik dalam situasi kondisi seperti ini. Harus tetap waspada karena curah hujan tinggi," katanya.

Diperkirakan, cuaca ekstrem seperti ini masih akan berlanjut hingga pekan depan, informasi BMKG ini, kata dia, sudah disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat. 
 

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor : Jorie MR Darondo
Copyright © ANTARA 2024