Manado, (Antara News) - Tim Gegana Brimob Polda Sulawesi Utara (Sulut) melakukan disposal, sebuah paket yang diduga bom di Kantor Camat Wenang, Kota  Manado, Selasa.

Saat akan melakukan  disposal (proses menghancurkan alat atau bahan peledak dengan aman) tersebut, warga yang ingin menyaksikan kegiatan itu oleh petugas kepolisian diminta untuk menjauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga mensterilkan lokasi di sekitar TKP dengan memasang garis polisi di lokasi itu.

Selain itu, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Tikala yang berhadapan dengan Kantor Camat Wenang untuk sementara waktu ditutup dan tidak melayani konsumen.

Saat pelaksanaan disposal tersebut,  sejumlah polisi berjaga -jaga sekitar lokasi tersebut dalam melakukan pengamanan serta  petugas  lainnya  mengatur  kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi itu.

Sekitar pukul 12.20 Wita petugas Gegana Polda Sulut melakukan disposal terhadap paket yang mencuruigakan itu.

Camat Wenang, Denny Kumajas di Manado Selasa mengatakan, sekitar pukul 08.10 Wita melihat sebuah paket berukuran panjang 30 cm dan lebar sekitar 20 cm.

"Paket yang terbungkus secara rapih dengan kertas warna putih   dan tanpa nama tujuan itu  berada di depan samping kanan kantor," kata Kumajas.

Denny Kumajas mengatakan, mencurigai benda tersebut, langsung diinformasikan kepada petugas kepolisian serta Koramil.

"Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak inginkan," kata Kumajas.

Tak lama berselang kemudian petugas  polisi dan Koramil  datang untuk mengamankan lokasi tersebut.

"Selanjutnya tim gegana Polda Sulut datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap benda mencuirigakan tersebut," kata Kumajas.

Wakapolresta Manado, AKBP Jackson Lapalonga mengatakan kepolisiaan  telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur  terhadap barang yang mencurigakan itu.   

Petugas Gegana  telah melakukan pemeriksaan terhadap paket itu kemudian melakukan disposal ditempat.

"Setelah melakukan disposal benda mencurigakan itu bukan bom tetapi berisikan koran," kata Lapalonga.

Menurut Laponga, kepolisian akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang meletakkan paket tersebut.

"Polisi akan menelusuri siapa meletakkan benda tersebut di lokasi itu dan motifnya," kata Lapalonga.