Manado (ANTARA) - Sekretaris Komisi I DPRD Manado, Bobby Daud, Rabu pagi sampai sore, memimpin tim PTSP, dinas lingkungan hidup, DPRD, pemerintah kecamatan Paal Dua, Kelurahan Malendeng dan pengembang memeriksa titik-titik yang menjadi penyebab luapan air membanjiri perumahan Welong Abadi, Malendeng, sampai empat kali. 

"Sesuai dengan kesepakatan, Selasa, kami memeriksa lapangan dan melihat semua titik yang menyebabkan terjadinya banjir dan menyebabkan masyarakat di kawasan perumahan Welong," kata Boda, sapaan akrab politisi PAN itu, di Manado, sela-sela pemeriksaan lapangan.  Turlap yang di depam Pt SMA Malendeng (jo/ANTARA) (1)
Boda mengatakan, turun lapangan harus dilakukan agar dia memiliki data real yang akan digunakan untuk rapat dengan semua pihak terkait, pada Senin nanti, sehingga bisa menemukan solusi yang tepat bagi masalah tersebut. 

Terutama kata Boda, adalah melakukan solusi terbaik jangka pendek, sehingga ketika hujan nanti, masyarakat di kawasan itu tidak akan was-was lagi, tetapi bisa tidur nyenyak.    bertemu dengan warga Malendeng sebelum Turlap ke titik yang dipersoalkan. (jo/ANTARA) (1)
Diapun menegaskan akan menggunakan hak dan kewenangannya sebagai anggota DPRD untuk mendesak pemerintah menyelesaikan masalah tersebut, sebab banyak sekali hal-hal menyusahkan warga yang terlihat di situ. 

"Kami ini wakil rakyat, jadi kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi, jangan sampai terjadi sumbatan, meskipun memang tetap mengingatkan pemerintah agar ramah investasi, namun kepentingan rakyat harus diperjuangkan," tegasnya. Turlap yangdi Malendeng (jo/ANTARA) (1)
Tim memulai pemeriksaan di anak sungai di Malendeng dan melihat dari dekat, bagaimana kondisi di tempat itu yang ternyata sudah sangat sempit dan air naik tinggi, sampai tiga meter, pada 16, 22 dan 27 Januari lalu. 

Dari anak sungai Malendeng, bersama tim, melanjutkan pemeriksaan ke gorong-gorong di sebelah timur ring road, dekat jalan ke arah perumahan green hill, dimana nampak saluran air itu sudah menyempit dan tertutup semak serta sedimen tanah. 

Di setiap lokasi, tim yang dipimpin Boda, mendengarkan penjelasan dari perwakilan warga, yakni bapak Balamba, Umar Buchari, serta tim Walhi, tentang kondisi yang terkini dan beberapa waktu undur ke belakang. 

Sementara pemeriksaan juga sampai ke ring road, di gorong-gorong depan kantor dan pergudangan PT SMA, dimana hadir juga wakil dari perusahaan dan menunjukan saluran air yang menjadi sumber masalah. 

Setelah itu, tim melanjutkan pemeriksaan ke belakangan kawasan pergudangan itu dan memeriksa bagaimana kondisi dan dua danau buatan yang dibangun PT SMA untuk menjadi lokasi resapan air tersebut.  Turlap yang di Malendeng (jo/ANTARA) (1)
Camat Paal Dua, Glen Kowaas, yang ikut bergabung menjelaskan, memang banjir yang terjadi di Welong itu sudah merupakan yang keempat kalinya. 

"Semua kejadian banjir itu sudah kami laporkan ke pihak PUPR dan mengusulkan agar dilakukan pengerukan, untuk melancarkan air mengalir supaya tidak naik tinggi dan menyebabkan banjir di rumah warga, namun masih menunggu jawaban dari instansi tersebut," katanya.    

Sementara Robert Tambuwun yang bergabung kemudian juga menyampaikan agar masing-masing pihak mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.  Turlap di Malendeng (jo/ANTARA) (1)
"Supaya tidak ada yang dirugikan, dan semua aman, baik warga maupun pelaku usaha sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari," katanya. 

Sementara pimpinan PT bumi mapan abadi, Anjar, mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana pada Januari lalu itu. 

"Bahkan sebagai bentuk komitmen kami terhadap warga di Welong Abadi, kami mengirimkan bantuan alat berat untuk mengeruk dan mengangkuti tanah yang terbawa oleh aliran air," katanya.  Mendengarkan penjelasan Camat Paal Dua, Glen Kowaas saat Turlap di Malendeng (jo/ANTARA) (1)
Bahkan pihaknya juga, kata Anjar, sudah membangun dua danau buatan sebagai resapan air, dan menyiapkan pompa yang nantinya untuk menyerap dan mengalirkan air kembali ke aliran sungai.

Usai dari PT SMA, tim masih bergerak ke samping perumahan green hill dan melihat bagaimana kondisi di tempat itu.***


(LIPUTAN KHUSUS) 

Pewarta : Joyce Hestyawatie B

Copyright © ANTARA 2024