Kegiatan belajar mengajar di Minahasa Tenggara secara online
Jumat, 24 Juli 2020 12:48 WIB
Ascke Benu, Kadis Pendidikan Mitra (1)
Minahasa Tenggara (ANTARA) - Proses belajar mengajar bagi para siswa di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) tetap menggunakan sistem dalam jaringan (online) meski daerah tersebut telah masuk zona hijau COVID-19.
"Kami saat ini masih menerapkan sistem belajar mengajar secara daring karena kondisi belum aman untuk melaksanakan sistem belajar tatap muka secara langsung di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara Ascke Benu di Ratahan, Rabu.
Ia mengemukakan sejumlah fasilitas penunjang untuk proses belajar secara langsung di sekolah dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19, masih dalam persiapan.
"Untuk sanitasi dan fasilitas penunjang lainnya masih harus dipersiapkan. Makanya kami belum mau mengambil risiko untuk melakukan tatap muka langsung di sekolah," katanya.
Selain itu, kata Ascke, untuk wilayah yang belum dijangkau jaringan komunikasi secara memadai, maka proses belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem kunjungan ke rumah siswa.
"Ada juga sistem perkunjungan ke rumah-rumah siswa. Ini karena faktor jaringan komunikasi yang belum maksimal, atau ada juga yang tak ada jaringan. Jadi guru wajib melakukan kunjungan," jelasnya.
Dia menambahkan, mengajar dengan mengunjungi langsung para siswa tersebut wajib mengutamakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
"Meski belajar di rumah tapi protokol kesehatan harus diutamakan. Kami juga meminta peran orang tua dalam proses belajar dari rumah ini, sehingga dapat lebih maksimal," tandasnya.
"Kami saat ini masih menerapkan sistem belajar mengajar secara daring karena kondisi belum aman untuk melaksanakan sistem belajar tatap muka secara langsung di sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara Ascke Benu di Ratahan, Rabu.
Ia mengemukakan sejumlah fasilitas penunjang untuk proses belajar secara langsung di sekolah dengan menerapkan protokol pencegahan COVID-19, masih dalam persiapan.
"Untuk sanitasi dan fasilitas penunjang lainnya masih harus dipersiapkan. Makanya kami belum mau mengambil risiko untuk melakukan tatap muka langsung di sekolah," katanya.
Selain itu, kata Ascke, untuk wilayah yang belum dijangkau jaringan komunikasi secara memadai, maka proses belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem kunjungan ke rumah siswa.
"Ada juga sistem perkunjungan ke rumah-rumah siswa. Ini karena faktor jaringan komunikasi yang belum maksimal, atau ada juga yang tak ada jaringan. Jadi guru wajib melakukan kunjungan," jelasnya.
Dia menambahkan, mengajar dengan mengunjungi langsung para siswa tersebut wajib mengutamakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
"Meski belajar di rumah tapi protokol kesehatan harus diutamakan. Kami juga meminta peran orang tua dalam proses belajar dari rumah ini, sehingga dapat lebih maksimal," tandasnya.
Pewarta : Jerusalem Mendalora
Editor : Christian Alberto Kowaas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tips berkendara aman ala Honda untuk pegawai Dinas PUPR Minahasa Tenggara
28 February 2026 19:30 WIB
Pemkab Minahasa Tenggara luncurkan pembayaran retribusi daerah melalui QRIS
28 November 2025 6:21 WIB
Terpopuler - Minahasa Tenggara
Lihat Juga
Kemenag beri bina rohani dan mental warga binaan Polres Minahasa Tenggara
08 June 2024 6:07 WIB, 2024
Wujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, Pemkab Mitra dan FISIP Unsrat jalin kerja sama
31 May 2023 23:27 WIB, 2023