Lewat PKBL, Indonesia Re berkomitmen bangun daerah 3T

50 Views

Direktur keuangan Indonesia Re Eko Supriyanto Hadi (tengah), didampingi Corporate Secretary Indonesia Re Novis Asria (kanan) menyerahkan bantuan Bina Lingkungan kepada Suwandi ketua kelompok peternakan kambing Jaya Kulonprogo, di Sleman, Yogyakarta (8/11).

Jakarta (Antara) -- BUMN reasuransi, Indonesia Re, berkomitmen turut serta membangun daerah tertinggal, terluar, dan terisolir (3T) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Ini adalah upaya perusahaan ini dalam mendukung visi Nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

PKBL & CSR Group Head Indonesia Re Fredi Aries Setiawan mengatakan, PK Indonesia Re akan menjangkau sejumlah kawasan di Indonesia bagian timur yakni Maluku Utara, dan Papua, sementara BL akan kembali diselenggarakan di Ende, Nusa Tenggara Timur.

"Tujuan kami jelas agar slogan BUMN Hadir Untuk Negeri juga sampai ke saudara-saudara kita di wilayah Indonesia Timur," ujar Fredi saat ditemui di kantor Indonesia Re, Selasa (21/11).

Fredi melanjutkan, pihaknya telah menggangarkan dana PK untuk wilayah Papua dan Maluku Utara senilai Rp. 1,5 miliar dari total sebesar Rp. 6,3 miliar, dengan sektor yang dibidik adalah pertanian dan perikanan. Sementara itu, untuk program BL di Ende, Indonesia Re akan kembali memberikan bantuan pendanaan dan perbaikan sejumlah sekolah.

"Di Maluku Utara, contohnya memiliki potensi sektor perikanan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu, kami akan hadir disana, membantu para peternak ikan mengembangkan sektor tersebut," lanjut Fredi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra mendorong para BUMN agar tak hanya menggelar PKBL di pulau Jawa dan Sumatera saja, tapi juga turut merambah ke seluruh penjuru Indonesia.

"Sebagai negara kepulauan, BUMN sepatutnya juga menyebarkan PKBL-nya ke berbagai kawasan di Indonesia, serta mendukung sektor-sektor produksi seperti pertanian, perikanan dan peternakan," ujar Hambra beberapa waktu lalu.

Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar