Kemensos data kebutuhan korban gempa Halmahera Selatan

id gempa halmahera selatan,gempa bumi,halmahera selatan

Ilustrasi - Sejumlah rumah warga dan rumah ibadah di Desa Gane Dalam roboh, bahkan jalan di daerah itu retak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara (Abdul Fatah)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menurunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) untuk melakukan pendampingan terhadap korban gempa di Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

"Saya sudah perintahkan kepada Tagana dan SDM PKH untuk mendata korban gempa di Halmahera Selatan, dan setelah data terkumpul akan segera kami lakukan assesmen untuk mengetahui kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh korban," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin.

Dalam keterangan tertulisnya, Agus mengatakan, Kementerian Sosial sudah mengirimkan sejumlah bantuan logistik yang berada di gudang logistik Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, dan jika masih dibutuhkan maka akan dikirim logistik dari Gudang Regional Makassar.

Selain itu, Kemensos bersama dinas sosial setempat dan Tagana telah mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makan bagi korban yang mengungsi.

"Secara bertahap kami juga akan mengirimkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Mereka akan bertugas memulihkan kondisi psikologis bagi korban yang trauma akibat bencana," ujar Agus.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7) serta lebih dari 60 kali gempa susulan hingga Senin (15/7).

Pusat gempa berada di Kecamatan Gane Barat, atau di 62 km Timur Laut Labuha Maluku Utara dengan titik koordinat -0.59 LU, 128.06 BT dengan kedalaman mencapai 10 Km.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, berdasarkan data sementara dari Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara terdapat tiga korban meninggal atas nama Aisya (45) warga Desa Gane Luar dan dua lainnya masih dalam proses identifikasi.

"Korban meninggal akibat tertimpa tembok rumah yang rubuh pada saat akan keluar rumah," kata Harry seraya menambahkan, jumlah rumah yang rusak untuk sementara terdata sebanyak 160 unit di wilayah Labuha dan Gane.

Selain itu, jumlah pengungsi di wilayah Labuha sebanyak 1.085 jiwa yang tersebar di lima titik pengungsian, yaitu di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan sekitar 300 orang, di Polres Halmahera Selatan sekitar 170 orang, Masjid Raya Halmahera Selatan sebanyak 500 orang, Kantor Dinas Sosial Halmahera Selatan sekitar 70 orang dan Kodim 1.509 sebanyak 45 orang.

Baca juga: Gempa bumi kembali terjadi di Halmahera Selatan
Baca juga: BMKG: Halmahera Selatan alami 48 gempa susulan sampai pukul 23.00 WIB

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar