Menristekdikti ditabalkan menjadi marga Angkat

id Menristekdikti, marga Angkat, ditabalkan, sidikalang, Dairi

Menristekdikti Mohamad Nasir ditabalkan menjadi bagian dari marga Angkat. ANTARA/Indriani/am.

Sidikalang (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir ditabalkan atau dinobatkan menjadi marga Angkat di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat.

"Saya sangat senang sekali diangkat menjadi bagian keluarga besar Angkat. Dengan kata lain, saya mempunyai keluarga di Sumatera Utara," ujar Menristekdikti.

Penabalan tersebut dilakukan oleh para pemuka adat dari sejumlah marga di Kantor Bupati Dairi dan dihadiri masyarakat di daerah itu.

Ia mengaku ditabalkannya dirinya sebagai bagian dari keluarga merupakan suatu kehormatan bagi dirinya. Marga Angkat merupakan salah satu marga di suku Pakpak yang mendiami wilayah Dairi.

Ke depan, Menristekdikti berharap dia bisa memeratakan pendidikan tinggi agar tidak hanya bisa diakses anak-anak di perkotaan saja, tetapi juga dari daerah terpencil sekalipun.

"Salah satu fokus pemerintahan Presiden Jokowi ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk diantaranya memperluas akses perguruan tinggi di seluruh wilayah Tanah Air," tambah dia.

Kepala Marga Angkat Seluruh Indonesia, Abdul Angkat, mengatakan pihaknya merasa senang dengan prakarsa dari Bupati Dairi untuk memajukan pendidikan di kabupaten itu. Salah satu upayanya mengajak Menristekdikti turut berperan membangun daerah itu.

"Makanya kita tabalkan bapak menteri menjadi bagian dari marga Angkat," kata Abdul.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan pihaknya ingin mendirikan perguruan tinggi yang sesuai dengan potensi daerah. Salah satu potensi dari Sidikalang yakni kopinya yang terkenal.

Baca juga: Peningkatkan mutu pendidikan tinggi era digital fokus Kemenristekdikti
Baca juga: Kemenristek akan evaluasi kuota akreditasi sekolah dalam SMNPTN
Baca juga: Menristekdikti kukuhkan anggota DRN


 

Pewarta : Indriani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar