Sultan-raja Keraton Nusantara berkumpul bahas pemajuan kebudayaan

id Keraton Nusantara,FSKN

(Dok FSKN)

Jakarta (ANTARA) - Sekitar lebih dari 100 sultan dan raja Forum Silaturahim Keraton Nusantara dari Aceh sampai Sulawesi berkumpul di Jakarta dalam rangka halal bihalal sekaligus mengadakan pertemuan membahas pelaksanaan pemajuan kebudayaan berbasis keraton.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, pertemuan sultan-raja dengan tema "Merajut Persatuan Bangsa dalam Kebhinekaan Tunggal Ika” bertujuan bersinergi untuk berdampak pada peningkatan bidang pariwisata dan wisata religi.

Baca juga: Presiden Jokowi silaturahim ke Keraton Yogyakarta

Ketua Umum dan Dewan Pengurus FSKN periode 2017-2022 Raja Kasepuhan Cirebon Sultan Sepuh Arief Natadiningrat akan mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan sejumlah tokoh nasional yang direncanakan hadir dalam pertemuan seminar bertajuk "Pemajuan Kebudayaan Berbasis Keraton" yang akan diselenggarakan pada hari ini.

Sebelumnya FSKN juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia.

Nota kesepahaman tersebut di antaranya berfokus pada pembangunan wisata bahari, pengembangan literasi budaya bahari, wawasan bahari, peran kota dan pelabuhan bersejarah, kearifan bahari, pembangunan SDM bahari, dan peningkatan ekonomi bahari.

Ketua Pelaksana Acara sekaligus Dewan Pakar Budaya FSKN Anna Mariana menyatakan dirinya akan memberikan kontribusi yang terbaik kepada forum organisasi.

"Saya berharap, kehadiran saya sebagai Dewan Pakar Budaya di FSKN, bisa benar-benar memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam segala hal yang bertujuan untuk pemajuan budaya dan pariwisata di seluruh Keraton Nusantara," kata dia.

Anna juga berkesempatan memberikan persembahan berupa lagu Mars diciptakannya sendiri bersama musisi Tengku Rio, lantaran FSKN belum memiliki mars sendiri selama berdiri.
 


Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar