Oil Palm Marathon di Sumut targetkan 3.000 peserta

id Oil Palm.Marathon, Gaki, BPDPKS, GIMNI, berita sumut terkini, sumut hari ini

Panitia Oil Palm Marathon menjelaskan rencana kegiatan lomba lari sekaligus mengenalkan sawit yang akan digelar 13 Oktober 2019 di Sumut. (Antara Sumut/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Oil Palm Marathon 2019 "Run for Sustainable 0il Palm" yang akan digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) di Sumut, 13 Oktober menargetkan 3.000 peserta termasuk dari luar negeri.

"Kegiatan lari tingkat internasional dengan total hadiah Rp264 juta itu antara lain bertujuan untuk mengkampanyekan sawit," ujar Ketua Panitia Oil Palm Marathon, H Kacuk Sumarto di Medan, Minggu.

Dia mengatakan itu usai "launching" Oil Palm Marathon yang ditandai dengan pagelaran lomba lari marathon 5 kilometer yang diikuti berbagai komunitas lari di Sumut, masyarakat lainnya serta pejabat dan karyawan perusahaan sawit.

Lomba lari itu dilepas Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Dono Boestami.

Dia.menjelaskan, Oil Palm Marathon itu akan melintasi areal tiga perkebunan besar di Sumut yakni PT Socfindo, PT London Sumatera (Lonsum), dan PT Karya Hevea Indonesia di kawasan Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.

Peluncuran Oil Palm Marathon secara terbatas juga telah dilaksanakan di Graha Mandiri Jakarta beberapa waktu lalu.

Kacuk Sumarto didampingi panitia lainnya menjelaskan. lomba marathon terdiri dari 42 kliometer (42 K), 21 K, 10 K, dan 5 K.

‌Calon peserta dengan pendaftaran sistim online berbiaya Rp100.000 - Rp400.000 per orang akan mendapat banyak "kejutan" termasuk hadiah dari sponsor.

"Harapannya acara yang disponsori dan didukung BPDPKS dan Gerakan Indonesia Bersih, Kementerian Koordinator Kemaritiman itu semakin mengenalkan sawit," katanya yang didampingi
Sekretaris Panitia Timbas Prasad Ginting.

Dewan Pembina GAPKI Pusat Joelfly Bachroeni juga menyebutkan IOPM merupakan bagian dari edukasi masyarakat Indonesia tentang sawit yang berkelanjutan.

Kampanye negatif sawit, katanya, harus terus ditekan dengan banyak cara mulai dari meningkatkan lingkungan yang sehat di persaawitan hingga edukasi kepada masyarakat dalam dan luar negeri.

Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga mengatakan, acara itu diharapkan semakin bisa mengkampanyekan secara positif sawit Indonesia.

"Dengan ikut lomba lari di perkebunan, peserta bisa melihat bagaimana sawit tidak merusak lingkungan dan produknya seperti minyak sawit juga sehat untukdikonsumsi," katanya.


Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar