Lebak (ANTARA) - Masyarakat Kabupaten Lebak diminta mewaspadai banjir bandang secara tiba-tiba yang mungkin melanda permukiman sehubungan cuaca buruk disertai hujan lebat dan angin kencang.

"Kita minta warga selama sepekan ke depan khususnya yang tinggal di permukiman bantaran aliran sungai agar waspada banjir bandang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Senin.

BPBD setempat mengeluarkan peringatan dini bencana alam menyusul cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Lebak. Peringatan dini untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak rawan bencana alam dengan topografi berbukit dan pegunungan. Selain itu juga terdapat ratusan daerah aliran sungai yang menyebabkan terjadi banjir bandang, banjir dan longsor.

Banjir bandang belum lama ini menimpa warga di empat kecamatan, akibat luapan sejumlah sungai di daerah itu. Keempat kecamatan itu, yakni Sobang, Muncang, Sajira, dan Cimarga. Bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. "Kami berharap melalui peringatan kewaspadaan dapat mengurangi risiko kebencanaan," katanya.

Sekretaris Desa Sindang Sari Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak Amirudin, mengatakan warganya kini sudah kembali ke permukiman setelah dilanda banjir bandang dan puluhan rumah mengalami kerusakan.

Saat banjir bandang secara tiba-tiba terdengar gemuruh dari Sungai Cilaki, mereka menyelamatkan diri. "Kami tidak terbayang jika warga tidak berlarian dipastikan banyak korban jiwa," ujarnya.*


Baca juga: BPBD Lebak salurkan bantuan korban banjir

Baca juga: Dua kecamatan di Lebak terendam banjir

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019