BMKG: Waspadai potensi cuaca ekstrem wilayah Sulut

id BMKG,Peringatan cuaca ekstrem, stasiun meteorologi sam ratulangi

Logo BMKG (1)

Manado (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berharap masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, Senin (17/6).

"Waspada potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah," ajak Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Carisz Kainama, Minggu.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di wilayah Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sementara hujan lokal dan hujan sedang berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara), dan Tondano (Kabupaten Minahasa).

Selanjutnya, Lolak (Kabupaten Bolaang Mongondow), Ondong Siau (Kabupaten Kepulauan Sitaro), dan Melonguane (Kabupaten Kepulauan Talaud).

"Kecepatan angin permukaan yang bertiup dari arah tenggara hingga barat berkisar antara 10-20 kilometer per jam," sebut Carisz.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Bitung Ricky D Aror menambahkan, ketinggian gelombang diperkirakan terjadi hingga 2,5 meter.

Tinggi gelombang laut Sulawesi dan perairan Utara Sulut mencapai 0,5-1,25 meter, perairan Selatan Sulut berkisar antara 1,0-2,0 meter, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku berkisar antara 1,25-2,5 meter.

BMKG Ricky lanjut dia mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, perairan Timur Bitung, perairan Selatan Sulut, dan Laut Maluku.

Baca juga: Sistem peringatan dini banjir rob BMKG jadi percontohan internasional
Baca juga: BMKG perkirakan sejumlah daerah Jatim berpotensi kekeringan
Baca juga: BMKG ingatkan Sulteng masih diguyur hujan lebat

Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar