Persatuan dan kesatuan bisa dirajut melalui momentum Idul Fitri

id Hari raya Idul Fitri,Cirebon,Jabar,merajut persatuan

Wali Kota Cirebon, Jabar, Nasrudin Azis saat memberikan sambutan sebelum Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah. (FOTO ANTARA/Istimewa)

Cirebon (ANTARA) - Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Nasrudin Azis mengatakan Idul Fitri 1440 Hijriah merupakan momentum untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan di tengah-tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Melalui Idul Fitri saya sangat berharap kita menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah-tengah keberagaman yang kita miliki," kata Azis di Cirebon, Rabu.

Idul Fitri tahun ini, kata Azis, sangat spesial disebabkan saat ini bangsa Indonesia telah memperoleh dua kemenangan sekaligus.

Kemenangan pertama yaitu karena bangsa Indonesia telah sukses menyelenggarakan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif dan kemenangan kedua karena telah berhasil menyelesaikan sebuah proses pembinaan mental spiritual untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Menurutnya perbedaan yang ada jangan sampai membuat persaudaraan sesama anak bangsa menjadi terkoyak-koyak.

"Kita ini saudara, satu bangsa yang tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan. Berbeda itu indah dalam persatuan dan kesatuan," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan setelah merayakan hari kemenangan ini, agar nilai-nilai yang selama ini sudah dijalankan di bulan Ramadhan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ujiannya sudah kita lewati, kita sudah lulus. Mari kita aplikasikan nilai-nilai yang sudah kita dapatkan di bulan Ramadhan pada bulan-bulan berikutnya," katanya.

Eti juga mengemukakan  harapan yang sama, yaitu agar momentum Idul Fitri ini bisa dijadikan landasan untuk kembali merajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Usai pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis maupun Wakil Wali Kota Eti Herawati, menggelar "open house" di rumah dinas masing-masing. Pintu rumah dinas keduanya terbuka untuk umum.

Masyarakat bisa bersilaturahmi langsung dengan pemimpin mereka, berkeluh kesah sambil menikmati hidangan ketupat, sambel goreng dan opor ayam yang disiapkan.

Baca juga: Gamelan Sunan Gunungjati ditabuh setelah shalat Idul Fitri

Baca juga: KAI Cirebon pertebal keamanan selama angkutan Lebaran 2019

Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar