Banda Aceh (ANTARA) - Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Science and Technology Universitas Islam Negeri (DEMA FST UIN) Ar-Raniry menyerahkan donasi yang sudah terkumpul bagi korban banjir di Provinsi Bengkulu melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh di Banda Aceh, Selasa (28/5).

"Ketika kita memikirkan urusan ummat, Insya Allah urusan kita akan diurus oleh Allah," ujar Kepala ACT Cabang Aceh, Husaini Ismail di Banda Aceh, Rabu.

Ia menuturkan, donasi yang telah diserahkan tersebut akan langsung disalurkan bagi korban banjir melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kepada yang membutuhkan dengan tidak menyebut nilai total donasi.

Seperti diketahui, hujan deras mengguyur seluruh wilayah Bengkulu sejak Jumat (26/4/2019) sore hingga Sabtu (27/4/2019) pagi telah menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga terjadi banjir dan longsor di beberapa tempat.​​​​​​

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, sebanyak 13 ribu jiwa menjadi korban terdampak banjir melanda sembilan kabupaten/kota di Bengkulu.

"Sebanyak 12 ribu orang mengungsi. Korban tercatat 10 orang meninggal dunia, delapan orang hilang, dua orang luka berat dan dua orang luka ringan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

"Kami bangga melihat semangat mahasiswa saling tolong menolong walau di provinsi lain, meski tidak saling mengenal," ucap Husaini.

Ketua DEMA FST UIN Ar-Raniry mengatakan terdapat enam lembaga yang terlibat dalam penggalangan donasi itu, yakni Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan, Arsitektur, Teknologi Informasi, Biologi, Kimia dan Senat Mahasiswa Fakultas.

Ia menyebut, penggalangan donasi tersebut dilakukan pada persimpangan jalan raya termasuk kafe-kafe di Banda Aceh oleh enam lembaga mahasiswa.

Wakil Dekan II FST UIN Ar-Raniry, Muhibuddin mengatakan dewasa ini sangat penting menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama dengan tidak memandang kelompok, ras dan antar golongan meski berada di daerah lain.

Ia menambahkan walau orientasi mahasiswa tersebut ilmu, tetapi bukan berarti tidak memiliki empati yang tinggi terhadap sesama sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. "Mahasiswa ikut merasa terpanggil ikut melihat keadaan sesama manusia. Rasa kemanusiaan yang dimiliki akan bermanfaat dalam kehidupan mereka," katanya.*


Baca juga: Empat BUMN donasi Rp850 juta untuk korban banjir Bengkulu

Baca juga: PMI pasok air bersih untuk korban banjir Bengkulu

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019