Polri komitmen jaga peradaban masyarakat Papua

id Satgas binmas noken,Papua

"Talkshow" bertajuk Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (16/5/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Polri, lewat Satgas Binmas Noken Polri berusaha menjaga identitas asli masyarakat Papua di tengah dinamika perubahan jaman.

Dirbintibmas Korbinmas Polri Brigjen Pol Edi Setyobudi, melalui siaran pers Polri, di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya berusaha menjaga peradaban masyarakat Papua di tengah gencarnya perubahan sosial. Tak hanya itu, Polri juga bertugas menjaga kambtimas dan mengawal kelangsungan peradaban tersebut.

Upaya Satgas Binmas Noken Polri menjaga keamanan dan kearifan lokal Papua dituangkan melalui pameran foto dan acara "talkshow" di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

"Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab Polri kepada publik terhadap pelaksanaan tugasnya mendampingi masyarakat di pegunungan tengah Papua," ujar Edi.

Menurut dia, saat ini, peradaban yang identik dengan masyarakat tradisional kuno masih dapat dijumpai di Indonesia, khususnya pada suku-suku asli di Pegunungan Tengah Papua.

Untuk menjaga kebudayaan tradisional, negara harus hadir di setiap proses perubahan dan dinamika sosial kemasyarakatan sehingga, kata dia, perlu adanya alat negara sebagai penjaga keamanan dan budaya adat tradisional.

"Berangkat dari hal tersebut, terbentuklah salah satu alat negara yang dinamakan Polri dengan mandat undang-undang sebagai 'Penjaga Peradaban'. Maka Polri harus bertindak sebagai pejuang kemanusiaan dan penjaga kehidupan," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyinggung istilah Noken yang bagi warga asli Papua bukanlah sekadar tas, kantong, atau bahkan wadah untuk membawa barang.

Menurut Edi, secara filosofi-kultural, Noken merupakan simbol kehidupan, martabat, dam peradaban yang menjadi alat pemersatu keanekaragaman suku dan adat budaya orang Papua.

Untuk menunjukkan peradaban Papua kepada dunia luar, Satgas Binmas Noken kemudian mengabadikan melalui jepretan kamera setiap detil peristiwa di Papua yang sarat pesan di dalamnya.

Edi pun berterima kasih kepada setiap fotografer yang mengabadikan 100 foto peradaban di Papua dan dipajang melalui pameran foto bertajuk "Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua".

"Akhirnya kita semua bisa sepakat bahwa hari kemarin, hari ini dan hari esok adalah milik kita, milik peradaban," ujarnya.

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar