Pengungsi Kampung Bandan kurang bantuan pakaian dalam

id kebakaran,kampung bandan,ancol

Sejumlah remaja puteri memilih beberapa potong baju layak pakai dari donasi masyarakat yang peduli terhadap korban kebaaran kampung Bandan, Jakarta Utara, Selasa (14/5/2019). ANTARA News/Fianda Rassat/aa

Jakarta (ANTARA) - Pengungsi kebakaran Kampung Bandan mengeluhkan kurangnya bantuan sandang berupa pakaian dalam meski kebanjiran bantuan pakaian luar.

"Bantuan alhamdulillah sangat mengalir, hanya saja sekarang kita kekurangan pakaian dalam, kalau pakaian luar banyak, ini pakaian dalam sama sekali tidak ada," kata Ketua RT11/05, Sugeng, di lokasi pengungsian, Rabu.

Meski ada kekurangan, Sugeng mengatakan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Kampung Bandan, sangat cukup.

"Selain pakaian dalam, pakaian kita cukup, makanan cukup, air bersih juga sudah ada, air minum pun juga sangat cukup," tutur Sugeng.

Lokasi pengungsian utama korban kebakaran Kampung Bandan terletak di Ruko Grand Boutique yang berada tepat di sebelah lokasi kebakaran.

DI lokasi tersebut terdapat tujuh tenda pengungsi yang disediakan oleh berbagai instansi antara lain Polres Metro Jakarta Utara dan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara.

Sejumlah dapur umum dari berbagai organisasi juga berdiri di lokasi pengungsian dan hingga sore ini bantuan dalam berbagai bentuk juga masih berdatangan.

Pemerintah Kota Jakarta Utara juga menjamin makanan sahur dan takjil untuk pengungsi selama tujuh hari sejak terjadinya kebakaran pada Sabtu malam.

Baca juga: Korban kebakaran Kampung Bandan kekurangan perlengkapan bayi
Baca juga: Pemkot Jakut siapkan fasilitas sanitasi di pengungsian Kampung Bandan


 

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar