Masyarakat NTT diimbau tak terpancing isu "people's power"

id Tokoh agama,people's power,atambua

Pastur Pastor Paroki Gereja Santa Stela Maris, Yoris Samuel, Pr (kelima kanan), bersama sejumlah tokoh agama di Kabupaten Belu berpose bersama dengan aparat keamanan di Atambua, Kabupaten Belu. (Humas Polres Belu)

Kupang (ANTARA) - Sejumlah tokoh agama di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Teggara Timur, yang berbatasan dengan TImor Leste mengajak seluruh masyarakat di Indonesia khususnya di NTT untuk tidak terpancing dengan wacana People's Power yang saat ini sedang beredar di masyarakat umum.

"Sebagai salah satu tokoh agama di Belu, saya mengimbau kepada seluruh umat di NTT, khususnya di Atambua untuk tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan berbagai isu yang berkaitan dengan People's power yang kedepannya dapat merusak keharmonisan bangsa," kata Pastor Paroki Gereja Santa Stela Maris, Pastur Yoris Samuel, Pr saat dihubungi dari Kupang, Selasa (15/5).

Ia mengatakan, isu people's power itu sengaja dimunculkan oleh para elit politik bangsa ini dengan tujuan untuk memecah belah bangsa.

Sebagai tokoh agama kata dia tentu saja dia berharap agar hal itu tidak terjadi. Indonesia menurut dia adalah negara hukum, jika ada hal-hal yang ingin disampaikan diharapkan disampaikan ke KPU sebagai penyelenggara.

"Saat ini melalui media sosial semakin gencar informasi soal people's power diisukan. Oleh karena itu mari kita dukung TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga bangsa ini dari k elompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa kita," ujar dia.

Sebagai masyarakat yang menginginkan kedamaian ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan edukasi dan optimisme kepada publik bahwa berbagai pihak yang sudah diracuni dengan informasi yang berujung pada konflik.

Sementara itu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu, Kaliman B Lamarobak, juga mengatakan dalam setiap ceramahnya di mesjid dirinya selalu mengimbau umatnya untuk tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang berkaitan dengan isu people's power.

"Negara kita adalah negara hukum. Jika ada kecurangan dalam Pemilu ya laporkan ke KPU untuk ditangani," ujar dia.

Menurut dia, masyarakat di NTT khususnya di kabupaten Belu perlu tetap diberikan edukasi untuk tidak percaya dengan berbagai informasi yang menyebar di media sosial, mulai dari isu people power serta isu-isu hoaks.

Iapun berpesan agar seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di NKRI tercinta ini.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar