Pembangunan stasiun diharap rampung bareng dengan proyek kereta cepat

id Menteri BUMN,Rini Soemarno,Stasiun kereta cepat,Jakarta-Bandung

Menteri BUMN RIni Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama/pri

Walini, Kabupaten Bandung Bara (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno ingin pembangunan semua stasiun kereta cepat bisa selesai berbarengan dengan rampungnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Walini ini termasuk stasiun (kereta cepat) yang besar. Setelah Lebaran  pembangunan stasiun di sini sudah dimulai," ujar Menteri Rini kepada wartawan di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa.

Rini menjelaskan bahwa pembangunan stasiun-stasiun kereta cepat harus sudah dimulai sehingga saat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tuntas pada 2020, diharapkan semua stasiunnya telah selesai dibangun.

"Waktu kereta cepat selesai pada akhir 2020, dan pada Januari 2021 rencananya sudah uji coba running kereta cepat, itu kami harapkan stasiunnya sudah selesai semua," katanya usai meresmikan tersambungnya terowongan pertama dari 13 terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini.

Selain berharap semua stasiun kereta cepat rampung bersamaan dengan tuntasnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Menteri Rini juga ingin pembangunan TOD bisa segera dimulai.

"Dengan sudah sangat pesatnya pembangunan jalur rel kereta cepat, kami juga harus mulai mengonsentrasikan pembangunan dari TOD-TOD," tuturnya.

Saat ini, menurut dia, progres atau kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 17,5 persen.Menteri BUMN menargetkan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dapat mencapai 59 persen sebelum akhir tahun ini.

Stasiun kereta cepat Walini akan terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnnya guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Dengan lahan seluas 1.278 hektare, Walini merupakan salah satu titik proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Sistem integrasi dan pembangunan infrastruktur transportasi umum yang baik di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga dapat menstimulasi daya saing dan pertumbuhan ekonomi secara efektif.

Sebelumnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mengungkapkan dalam proyek kereta cepat itu pihaknya juga akan membangun properti baru. Ada tiga kawasan besar, pertama di Karawang, terus yang kedua berada di Tegalluar, perbatasan Bandung dan kawasan ketiga yang paling besar berlokasi di Walini.

Walini akan menjadi kota baru yang dikembangkan oleh pihaknya. Dengan tiga titik kawasan tersebut maka perkiraan pendapatan atau "revenue forecast" sebesar Rp266,1 triliun.
Baca juga: Menteri BUMN resmikan tersambungnya terowongan kereta cepat di Walini
Baca juga: Menteri BUMN targetkan proyek kereta cepat capai 59 persen pada 2019

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar