Sulteng akan kembangkan komoditi bawang putih untuk kebutuhan lokal

id pemprov, Sulteng, bawang putih

Bawang putih (Foto ANTARA)

Palu (ANTARA) - Pemprov Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura di daerah itu akan mengembangkan komoditi bawang putih untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Trie Iriany Lamakampali di Palu, Selasa membenarkan adanya program budi daya bawang putih yang merupakan program dari Kementerian Pertanian di seluruh daerah, termasuk di Sulteng.

Tetapi, kata dia, tidak semua daerah di Sulteng cocok untuk lokasi pengembangan komoditi bawang putih."Kalau bawang merah, hampir semua daerah di Sulteng mengembangkan komoditi pangan tersebut," katanya.

Pada 2019 ini, lanjut Trie, Pemprov Sulteng menargetkan pengembangan komoditi bawang putih pada areal seluas 550 hektare tersebar di beberapa kabupaten yang ada di provinsi itu.

Rencananya dikembangkan di Kabupaten Poso, Parigi Moutong, Donggala dan Kabupaten Sigi.

Dia mengaku petani yang sudah mengembangkan komdoti dimaksud di Sulteng hanya beberapa orang saja dan tersebar di sejumlah daerah, termasuk di Sigi, salah satu daerah yang menjadi sentra pengembangan tanaman hortikultura. "Areal tanam yang ada hanya sekitar 145 hektare saja," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan komoditi bawang putih selain harus didukung dengan kondisi tanah dan iklim yang spesifik, juga perawatannya harus dilakukan dengan baik dan benar.

Sementara kebutuhan bawang putih masyarakat Sulteng selama ini sangat bergantung pada komoditi bawang putih impor dari China dan Thailand.
Bawang putih yang dijual di pasaran saat ini merupakan produk impor.

Bawang putih merupakan salah satu komoditi pangan yang banyak dibutuhkan masyarakat dan harganya sejak menjelang bulan ramadhan begerak naik. Bahkan memasuki bulan suci ramadhan, harga bawang putih ditingkat pengecer cenderung terus mengalami kenaikan sangat memprihatinkan.

Harga bawang putih di pasaran sekarang sudah mencap;ai Rp80.000/kg dari normalnya hanya berkisar Rp25.000/kg. Selain bawang putih, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dan dijual pedagang saat ini berkisar Rp50.000/kg.

Padahal, beberapa daerah seperti Kabupaten Poso dan Sigi merupakan sentra produksi bawang merah. Hanya saja stok barang merah produksi petani lokal berkurang dan permintaan masyarakat meningkat.

Pedagang di Palu terpaksa mendatangkan bawang merah dari luar daerah seperti Enrekang dan Pare-Pare di Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga: Bawang putih di Tangerang turun jadi Rp38.000 pasca-operasi pasar
Baca juga: Bawang putih naik, Mentan: Tidak akan kompromi dengan pengimpor nakal

 

Pewarta : Anas Masa
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar