NTB peroleh ratusan kotak pendingin dari Kemendag

id Kotak pendingin,kemendag, ntb

Sejumlah pekerja menurunkan 125 kotak pendingin (cool boks) bantuan Kementerian Perdagangan di halaman Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/5). Bantuan kotak pendingin tersebut akan diberikan kepada pedagang ikan dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional terdampak gempa bumi Lombok pada 29 Juli dan sepanjang Agustus 2018. (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperoleh bantuan 125  kotak pendingin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk disalurkan kembali ke pedagang daging dan ikan yang terdampak gempa bumi di Pulau Lombok.

"Dari 500 unit yang kami minta di ajukan, baru disetujui sebanyak 125 unit oleh Kementerian Perdagangan," kata Kepala Dinas Perdagangan, Hj Putu Selly Andayani, di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan kotak pendingin tersebut diberikan oleh Kementerian Perdagangan agar pedagang bisa menjaga kesegaran ikan atau daging sapi beku yang dijualnya.

Bantuan tersebut hanya diberikan kepada pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram. Masing-masing mendapatkan 25 kotak pendingin.

"Calon penerima bantuan sesuai dengan usulan dari kabupaten/kota. Usulannya sudah kami terima sejak 2018 lalu," ujar Selly.

Ia menegaskan bantuan tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pedagang dan tidak boleh diperjualbelikan. Pihaknya meminta Dinas Perdagangan Kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan.

"Kami juga akan mengawasi pemanfaatannya. Kami bisa melakukan pengecekan bersamaan dengan kegiatan pengawasan dan pengecekan stok dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional setiap minggu," katanya.

Selain meminta kotak pendingin, Dinas Perdagangan NTB juga meminta Kementerian Perdagangan mengirim 500 tenda untuk pedagang di pasar tradisional yang terdampak gempa bumi, khususnya di Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Utara.

"Kami berharap segera disetujui dan dikirim sehingga ada sarana untuk berjualan yang memadai bagi pedagang yang pasarnya rusak akibat gempa dan belum diperbaiki sampai sekarang," kata Selly.

 

Pewarta : Awaludin
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar