Proses biometrik calon haji Natuna terkendala keterbatasan alat

id kemenag, ibadah haji,haji 2019,biometrik,natuna,kuota haji,kuota haji natuna

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Wilayah Kepri, Afrizal (dok pribadi)

Batam (ANTARA) (ANTARA) - Proses perekaman biometrik untuk jamaah calon haji asal Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, terkendala keterbatasan alat.

"Alat pemindai biometri untuk Kepulauan Anambas dan Natuna masih belum ada," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Wilayah Kepri, Afrizal di Batam, Kamis.

Kemenag Kepri masih memikirkan sejumlah alternatif perekaman biometrik untuk jamaah calon haji Natuna dan Kepulauan Anambas.

"Karena mereka jauh, kemungkinan kami suruh datang ke Batam. Ada beberapa yang bisa ke Batam," kata dia.

Namun, tidak seluruh jamaah yang bisa datang ke Batam untuk perekaman biometrik, karena jarak yang jauh, dan kendala transportasi yang membutuhkan biaya mahal.

Kemudian, Kemenag Kepri mempertimbangkan, perekaman dilakukan saat jamaah haji berada di Asrama Haji Batam, dua hari sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

"Kami upayakan dilakukan di Batam 2 hari sebelum ke Tanah Suci. Memang mepet waktunya," kata dia.

Dan bila tidak bisa juga, maka perekaman biometrik terpaksa dilakukan langsung di Madinah.

Ia mengatakan, calon jamaah haji asal Natuna sebanyak 116 orang dan Kabupaten Anambas sebanyak 31 orang, belum ditambah dengan tambahan kuota yang baru disetujui pemerintah Arab Saudi.

Sementara itu, Kemenag Kepri mencatat sebanyak 113 calon jamaah haji seluruh kabupaten kota di Kepri tidak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2019 tahap 1, yang ditutup pada akhir April 2019.

"Ada 113 yang tidak melunasi, ada yang karena sakit, ada yang memang menunda keberangkatan menjadi tahun depan," kata Afrizal.

Kemenag Kepri membuka pelunasan biaya haji tahap 2, yang juga akan ditutup pada 10 Mei 2019.

Ia mengatakan dari 113 porsi haji yang tidak dilunasi itu akan diberikan kepada jamaah yang sudah mendaftar dan pernah naik haji, pendamping mahram yang terpisah dan lansia.

"Yang kemarin kosong tahap pertama, kekosongan diisi pada tahap kedua," katanya.

Baca juga: Visa calon haji mulai pekan pertama Mei diproses Kemenag
Baca juga: Jamaah haji tak lagi diwajibkan rekam biometrik untuk penerbitan visa
Baca juga: Kemenag belum terima surat resmi soal penghapusan biometrik visa haji

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar